Profil Muhammad Iskandar Kunaefi, Profesional Investasi yang Kini Dirut Pos Indonesia
TheEconopost.com, PT Pos Indonesia (Persero) memasuki babak baru kepemimpinan. Danantara sebagai holding seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat Muhammad Iskandar Kunaefi sebagai direktur utama. Penetapan yang diumumkan Senin, 20 Juli 2026 tersebut dilakukan melalui Keputusan Pemegang Saham PT Pos Indonesia Nomor 343 Tahun 2026 yang sekaligus mengakhiri masa jabatan Daud Joseph sebagai pucuk pimpinan perusahaan.
Perubahan kepemimpinan itu dibarengi dengan penataan struktur direksi. Jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dipisahkan menjadi Direktur Keuangan dan Direktur Manajemen Risiko. Fathul Anwar ditetapkan sebagai Direktur Keuangan, sedangkan posisi Direktur Manajemen Risiko dipercayakan kepada Rosmanidar Zulkifli.
Profil Muhammad Iskandar Kunaefi
Pengangkatan Iskandar menambah daftar perjalanan panjangnya di dunia korporasi. Selama lebih dari tiga dekade, ia membangun karier di bidang manajemen, investasi, pengelolaan aset, hingga tata kelola perusahaan pada berbagai sektor usaha.
Sebelum dipercaya memimpin PT Pos Indonesia, Iskandar menjabat Komisaris Utama Independen PT Jamkrida Jabar (Perseroda), posisi yang diembannya sejak Oktober 2024 setelah sebelumnya menjadi Komisaris Independen perusahaan tersebut.
Karier Iskandar banyak ditempa di sektor industri dan investasi. Salah satu fase terpanjangnya adalah ketika memimpin perusahaan patungan Grup Salim dengan Nestle yakni PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia sebagai President Director atau Chief Executive Officer selama sekitar 16 tahun, sejak 1996 hingga 2012. Perusahaan ini telah bubar pada 2018 dan Indofood membeli seluruh saham Nestle dan mengubah nama menjadi PT Nugraha Indah Citarasa Indonesia. Produk yang sempat dikenal luas dalam perusahaan ini adalah produk bumbu kaldu Maggi.
Selepas itu, ia bergabung dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai Head of Business Advisory dan Head of Asset Management & Investment. Peran tersebut memperluas pengalamannya dalam restrukturisasi aset, pengelolaan investasi, serta pendampingan transformasi perusahaan.
Pada 2014, Iskandar mendirikan TOP Group dan hingga kini menjabat sebagai direktur utama. Kiprahnya juga menjangkau dunia olahraga profesional ketika dipercaya menjadi Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat pada 2024.
Latar belakang pendidikannya ditempuh di University of Maryland College Park, Amerika Serikat. Bekal akademik tersebut kemudian berpadu dengan pengalaman panjang di bidang investasi, manajemen korporasi, pengembangan organisasi, serta tata kelola perusahaan.
Iskandar merupakan putra almarhum Mayor Jenderal TNI Aang Kunaefi, Gubernur Jawa Barat periode 1970–1975. Namun, perjalanan profesionalnya berkembang melalui karier di sektor swasta dan badan usaha milik negara dengan fokus pada kepemimpinan perusahaan, transformasi bisnis, dan pengelolaan investasi.
Kini, pengalaman tersebut akan menjadi modal bagi Iskandar dalam memimpin PT Pos Indonesia yang tengah menghadapi tantangan transformasi bisnis di tengah perubahan industri logistik, layanan pos, dan ekosistem digital. Mampukah? Waktu yang akan menjawab segera.
