Profil Adityo Kusumo, Direktur Finance & Strategy BTN Hasil RUPSLB 2026
TheEconopost.com, Pemegang saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menunjuk Adityo Kusumo sebagai Direktur Finance & Strategy dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Jumat 4 September 2026. Adityo sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Penunjukan tersebut menempatkan Adityo dalam jajaran manajemen BTN yang akan melanjutkan agenda transformasi perseroan, termasuk strategi Beyond Mortgage. Ia menggantikan Nofry Rony Poetra yang diberhentikan dengan hormat dalam RUPSLB yang digelar di Menara BTN, Jakarta.
Dilihat dalam laman profilnya, Adityo memiliki latar belakang pendidikan teknik dan bisnis. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia pada 2004. Delapan tahun kemudian, ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari UCLA Anderson School of Management.
Sebelum bergabung dengan MIND ID, Adityo telah meniti karier di lingkungan BUMN. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Selain itu, Adityo juga pernah menjadi Executive Assistant Wakil Menteri BUMN II serta Vice President Project Leader M&A hingga 2019.
Pengalaman tersebut membawa Adityo pada fungsi keuangan, investasi, hingga aksi korporasi. Rekam jejak tersebut kini menjadi bekalnya untuk mengisi posisi Direktur Finance & Strategy BTN.
Masuk di Tengah Transformasi BTN
Adityo bergabung dengan BTN ketika bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut tengah memperluas sumber pertumbuhan melalui strategi Beyond Mortgage. Strategi ini tetap menempatkan bisnis perumahan sebagai kompetensi utama, tetapi sekaligus memperluas hubungan dengan nasabah ke berbagai kebutuhan finansial.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan masuknya jajaran direksi baru merupakan bagian dari regenerasi dan peremajaan pengelolaan perseroan.
“Saya menangkap perubahan ini sebagai bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan pengelolaan di Bank Tabungan Negara. Kami berterima kasih kepada pemegang saham dan menyambut Direksi baru yang akan bergabung dengan BTN. Harapannya, BTN ke depan bisa jauh lebih baik lagi,” ujar Nixon.
Menurut Nixon, para profesional baru dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam diharapkan dapat memperkuat kapasitas manajemen BTN untuk menjalankan transformasi.
“Banyak generasi muda yang menggantikan dan menurut saya sudah pas dengan visi BTN ke depan, yaitu Beyond Mortgage. Kalau melihat pengalaman mereka yang cukup luas, mudah-mudahan ini bisa membantu mempercepat Transformasi BTN Jilid II dan mempercepat capaian Beyond Mortgage, sehingga BTN menjadi bank yang sangat kuat dalam consumer banking,” kata Nixon.
Adityo akan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Nofry Rony Poetra. Pergantian tersebut merupakan satu dari lima perubahan anggota Direksi BTN dalam RUPSLB. Selain Adityo, BTN mengangkat Wiwik Wahyuni sebagai Direktur Human Capital & Compliance, Johanes Barus sebagai Direktur Risk Management, Evita Barliana sebagai Direktur Consumer Banking, dan Gatot Prasetyo sebagai Direktur Information Technology.
Perubahan jajaran direksi tersebut berlangsung ketika kinerja BTN masih mencatat pertumbuhan. Hingga Juni 2026, aset BTN mencapai Rp545,16 triliun atau tumbuh 12,41% secara tahunan. Kredit dan pembiayaan meningkat 11,17% menjadi Rp418,11 triliun, sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp433 triliun atau tumbuh 6,55%.
Pada periode yang sama, laba bersih BTN tumbuh 40,78% secara tahunan menjadi Rp2,41 triliun.
Dengan pengalaman di bidang keuangan, investasi, dan aksi korporasi, Adityo kini mendapat mandat untuk memperkuat fungsi Finance & Strategy BTN sekaligus menjadi bagian dari manajemen yang membawa perseroan memasuki fase transformasi berikutnya.
