HeadlineIHSG

Laba BTN Turun 14,1% di 2024, jadi Rp3,01 Triliun

TheEconopost.com, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,01 triliun pada 2024, turun 14,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,5 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya beban bunga serta biaya operasional lainnya.

Dalam materi Analyst Meeting yang diterbitkan, Selasa, 11 Februari 2025 pendapatan bunga bersih mengalami tekanan akibat kenaikan biaya dana (cost of fund).

Beban bunga meningkat 21,9% yoy menjadi Rp17,84 triliun, sementara pendapatan bunga hanya tumbuh 4,5% menjadi Rp29,55 triliun. Hal ini menyebabkan margin bunga bersih (NIM) turun menjadi 2,9% dari sebelumnya 3,8%.

Di sisi lain, pendapatan non-bunga mengalami kenaikan 17,6% yoy menjadi Rp4,61 triliun, didorong oleh peningkatan pendapatan dari transaksi treasury serta pemulihan kredit bermasalah. Namun, kenaikan ini belum mampu mengimbangi tekanan pada pendapatan bunga.

Meskipun laba bersih menurun, BTN tetap menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di level 18,5%, lebih tinggi dari batas minimum yang ditetapkan regulator.

Sementara, dalam pernyataan di media, Rabu, 12 Februari 2025, Manajemen BTN menyebut menargetkan memiliki aset di atas Rp500 triliun pada akhir 2025. Pada akhir 2024 lalu aset PLN mencapai Rp469,61 miliar.

Sebagai gambaran, pada 2023 aset perusahaan tercatat sebesar Rp438,75 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut pada 2024 perusahaan menyalurkan kredit sebesar Rp357,97 triliun. Tumbuh 7,3% dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp333,69 triliun.

Selnjutnya NPL gross BTN berada pada level 3,16%. Sedangkan pada 2023, kredit macet di atas 90 hari ini berada pada level 3,01%.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com