Mayapada Hospital (SRAJ) Terbitkan Saham Baru Rp524 Miliar, untuk Lunasi Utang ke Keluarga Tahir
TheEconopost.com, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), pengelola jaringan Mayapada Hospital, mengumumkan akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 238.254.545 saham baru. Aksi korporasi ini bertujuan untuk melunasi utang kepada pemegang saham kepada PT Surya Cipta Inti Cemerlang yang dimiliki keluarga Crazy Rich Tahir sekaligus pengendali perusahaan.
Dalam prospektus yang dirilis pada 11 Februari 2025, saham baru tersebut akan diterbitkan dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp2.200 per saham. Seluruh saham baru akan diambil bagian oleh BCSS Maverick A (I), LP.
Manajemen menyebut investor baru, BCSS Maverick A (I), LP, tidak terafiliasi dengan SRAJ.
Setelah aksi ini, modal ditempatkan dan disetor perseroan akan meningkat dari 12 miliar saham menjadi 12,24 miliar saham, dengan total nilai nominal Rp1,22 triliun. Adapun total dana yang diperoleh dari penerbitan saham ini diperkirakan mencapai Rp524,16 miliar.
Pelunasan Utang Jadi Prioritas
Manajemen SRAJ mengungkapkan bahwa seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk membayar utang kepada PT Surya Cipta Inti Cemerlang (SCIC), pemegang saham pengendali perusahaan. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pelunasan utang berdasarkan Perjanjian Pinjaman Seri B dan E, serta pembayaran sebagian saldo utang berdasarkan Perjanjian Pinjaman Seri A.
Perseroan menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperbaiki struktur keuangan dan mengurangi beban bunga pinjaman, sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas dalam pengelolaan bisnis ke depan.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, penerbitan dan distribusi saham baru akan dilakukan pada 20 Februari 2025, diikuti dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Februari 2025. Hasil pelaksanaan PMTHMETD ini akan diumumkan pada 24 Februari 2025.
Dengan aksi ini, SRAJ berharap dapat memperkuat fundamental keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnis, terutama dalam pengelolaan layanan rumah sakit yang menjadi fokus utama perusahaan.
