HeadlineIHSG

Kata BEI Soal Rintangan Baru Masuk Saham Blue Chip Hingga IDX80 Mulai 4 Mei 2026

TheEconopost.com, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian terhadap kriteria universe atau semesta saham dalam indeks IDX30, LQ45, dan IDX80. Kebijakan ini tertuang dalam pengumuman BEI Nomor Peng-00065/BEI.POP/04-2026 tentang Penyesuaian Kriteria Evaluasi Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 yang diterbitkan pada Selasa (21/4/2026).

Penyesuaian tersebut akan berlaku efektif mulai 4 Mei 2026. Langkah ini ditempuh untuk menjaga relevansi indeks agar tetap mencerminkan dinamika pasar modal terkini.

P.H Sekretaris Perusahaan BEI, I Gusti Agung Alit Nityaryana menyampaikan bahwa perubahan dilakukan dengan menambahkan sejumlah kriteria baru dalam penentuan universe indeks. Kriteria tambahan tersebut mencakup ketentuan minimum free float, jumlah hari transaksi saham, serta pengaturan terkait saham yang masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek lain dalam proses pemilihan konstituen indeks tidak mengalami perubahan.

Dari sisi definisi dan persyaratan free float, BEI menetapkan bahwa saham dalam universe IDX80 harus memenuhi rasio minimum free float sebesar 10 persen atau mengikuti ketentuan dalam Peraturan BEI Nomor I-A terbaru serta Surat Edaran Nomor SE-00004/BEI/03-2026, mana yang lebih tinggi. Selain itu, saham tersebut juga harus konsisten diperdagangkan, dengan jumlah hari tanpa transaksi dibatasi maksimum satu hari dalam enam bulan terakhir serta tidak termasuk dalam kategori HSC.

Menurut Alit, BEI terus berupaya memastikan bahwa konstituen indeks selaras dengan tujuan dan tema masing-masing indeks sehingga dapat menjadi acuan yang kredibel bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

Ia menambahkan, pembaruan kriteria universe indeks ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan produk investasi berbasis indeks, termasuk reksa dana indeks dan Exchange-Traded Fund (ETF).

Informasi lebih lanjut mengenai penyesuaian ketentuan universe indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 dapat diakses melalui laman resmi BEI.

Pejelasan Direktur BEI Soal HSC

Sementara itu dalam pernyataan terpisah, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI  Irvan Susandy mengatakan, saham terkonsentrasi atau HSC merupakan pengumuman yang diterbitkan oleh BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terhadap saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan pada sejumlah investor yang terbatas.

“HSC List merupakan pengumuman yang diberikan oleh BEI dan KSEI atas saham yang terindikasi mempunyai konsentrasi kepemilikan oleh sejumlah investor yang terbatas,” ujar Irvan.

Ia menjelaskan, penetapan status HSC dilakukan oleh komite khusus yang terdiri dari BEI dan KSEI. Komite tersebut mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk hasil pengawasan terhadap aktivitas perdagangan, kondisi perusahaan tercatat, serta profil para pemegang sahamnya.

Menurut Irvan, tujuan utama dari kebijakan HSC adalah meningkatkan transparansi kepada publik mengenai tingkat konsentrasi kepemilikan saham pada perusahaan tercatat. Dengan keterbukaan informasi tersebut, investor diharapkan dapat memahami struktur kepemilikan emiten secara lebih komprehensif sebelum mengambil keputusan investasi.

Proses penentuan saham yang masuk dalam kategori HSC dimulai dari tahap pemicu atau trigger factor. Pada tahap ini, komite HSC melakukan identifikasi awal terhadap saham yang menunjukkan indikasi tertentu, seperti volatilitas harga yang tinggi, tingkat likuiditas, serta aspek pengawasan lainnya.

Setelah saham teridentifikasi melalui trigger factor, BEI akan melakukan penilaian lebih lanjut terhadap struktur kepemilikan saham atau shareholding structure. Apabila hasil penilaian menunjukkan adanya konsentrasi kepemilikan yang tinggi, maka BEI akan mengumumkan status tersebut kepada publik.

Irvan menambahkan, perusahaan tercatat yang masuk dalam daftar HSC memiliki kesempatan untuk memperbaiki struktur kepemilikan sahamnya. Perbaikan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai langkah, seperti refloat saham ke publik atau aksi korporasi lainnya.

“BEI akan kembali melakukan pengumuman atau recovery announcement kepada publik ketika perusahaan tercatat sudah terbukti tidak lagi memiliki konsentrasi dalam kepemilikan sahamnya,” kata Irvan.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com