Update MSCI tentang Bursa Saham Indonesia per April 2026
TheEconopost.com, MSCI mengumumkan akan mempertahankan perlakuan sementara terhadap sekuritas Indonesia dalam Tinjauan Indeks Mei 2026.
Langkah itu sambil menilai reformasi transparansi pasar modal dari OJK, BEI, dan KSEI. Keputusan ini disampaikan dalam pengumuman MSCI Global Standard Indexes pada 20 April 2026 pukul 20:04 GMT.
Dalam pengumuman hari ini, Selasa, 21 April 2026 waktu Indonesia, reformasi Bursa Efek Indonedia (BEI) yang sedang dikaji MSCI mencakup pengungkapan pemegang saham di atas 1%, peningkatan granularitas klasifikasi investor, kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan kenaikan free float minimum menjadi 15%.
Untuk itu, pada Tinjauan Mei 2026, MSCI membekukan semua peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak menerapkan penambahan indeks ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), dan menahan migrasi ke atas antar segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI juga akan menghapus sekuritas yang masuk kerangka HSC dan dapat menyesuaikan estimasi free float berbasis data pemegang saham 1%.
MSCI menyatakan data baru belum akan digunakan dalam perhitungan indeks sampai tinjauan selesai dan umpan balik pelaku pasar diterima. Hal ini untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas.
MSCI akan menyampaikan pembaharuan pasar Indonesia dalam Tinjauan Aksesibilitas Pasar Juni 2026.
