Jadwal Dividen, Buyback, Rights Issue, dan 10 Saham Paling Ramai Ditransaksikan Pekan Ini
TheEconopost.com, Sejumlah emiten menjadwalkan aksi korporasi pada awal Oktober 2026, mulai dari pembagian dividen tunai, pembelian kembali saham (buyback), hingga penambahan modal melalui rights issue.
Pada saat yang sama, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar sepanjang pekan 28 September–2 Oktober 2026.
Berdasarkan rangkuman Mirae Asset Sekuritas Indonesia dikutip Minggu, 4 Oktober 2026, terdapat tujuh emiten yang mengumumkan dividen tunai, empat emiten menyiapkan pembelian kembali saham dengan total anggaran maksimal Rp2,92 triliun, serta tujuh emiten masuk dalam daftar rencana rights issue.
Dari sisi dividen, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (CRAB) menetapkan dividen Rp2 per saham dengan cum date pada 5 Oktober 2026. Sementara itu, PT Golden Energy and Resources Tbk (GEMS) akan membagikan dividen US$0,034 per saham dengan cum date 8 Oktober 2026.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga menetapkan dividen Rp233 per saham dengan cum date 8 Oktober 2026. Selanjutnya, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) masing-masing menetapkan dividen Rp98 dan Rp20 per saham, dengan cum date 12 Oktober 2026.
Dua emiten lainnya, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ASGR), telah mengumumkan besaran dividen masing-masing Rp430 dan Rp297 per saham. Jadwal cum dividen kedua emiten tersebut belum diumumkan dalam rangkuman.
Berdasarkan harga penutupan saham pada 2 Oktober 2026, ASGR memiliki estimasi imbal hasil dividen tertinggi di antara emiten dalam daftar, yakni 11,8 persen. GEMS menyusul dengan 7,2 persen, sedangkan TLDN sebesar 3,4 persen.
Selain dividen, empat emiten menyiapkan pembelian kembali saham dengan total anggaran maksimal Rp2,92 triliun. UNTR memiliki anggaran terbesar, yakni Rp2 triliun, dengan periode pelaksanaan 1 Oktober hingga 31 Desember 2026.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar untuk buyback pada 30 September–30 Desember 2026. AALI mengalokasikan maksimal Rp400 miliar untuk periode 2 Oktober–28 Desember 2026. Adapun PT Erajaya Swasembada Tbk (EPAC) menyiapkan maksimal Rp20 miliar untuk periode 4 November 2026 hingga 3 November 2027.
Anggaran tersebut merupakan batas maksimal dana pembelian kembali dan bukan nilai realisasi buyback.
Pada aksi penambahan modal, VKTR, AHAP, dan BRNA telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan. VKTR memiliki rasio HMETD 35:12 dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham. Cum HMETD dijadwalkan 6 Oktober dan ex HMETD 7 Oktober 2026. Perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 12–16 Oktober dan 19–23 Oktober 2026.
AHAP menawarkan HMETD dengan rasio 7:5 dan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Cum HMETD dijadwalkan 8 Oktober dan ex HMETD 9 Oktober 2026, sedangkan perdagangan dan pelaksanaan berlangsung 14–20 Oktober 2026.
Adapun BRNA memiliki rasio HMETD 9:5 dengan harga pelaksanaan Rp685 per saham. Cum HMETD dan ex HMETD masing-masing dijadwalkan 8 dan 9 Oktober, dengan perdagangan dan pelaksanaan pada 14–21 Oktober 2026.
Sementara itu, BRIS, GIAA, EPAC, dan DOOH telah masuk dalam daftar rencana rights issue, tetapi rasio, harga pelaksanaan, dan jadwalnya belum tercantum dalam rangkuman tersebut.
Aksi penambahan modal tanpa HMETD juga dilakukan WSBP dan APEX dengan melibatkan para kreditur sebagai investor. WSBP menerbitkan sekitar 3,11 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp50,81 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp158,20 miliar.
APEX menerbitkan sekitar 218 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp325 per saham. Nilai transaksinya sekitar Rp70,88 miliar. Kedua transaksi tersebut tercatat tidak merupakan transaksi afiliasi.
Di sisi lain, TRUK akan melakukan penawaran tender sukarela dengan harga Rp740 per saham pada 6 November–7 Desember 2026. Sementara itu, NAYZ dan DOOH akan melaksanakan penawaran tender wajib masing-masing dengan harga Rp75 dan Rp148 per saham pada 5 Oktober–3 November 2026.
Dalam statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas perdagangan saham pada pekan yang sama berlangsung di tengah tekanan terhadap pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,28 persen dan ditutup pada level 6.036,888 pada 2 Oktober 2026. Investor asing juga mencatat jual bersih Rp5,04 triliun sepanjang pekan.
BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp6,36 triliun. Posisi berikutnya ditempati TLKM dengan nilai transaksi Rp3,30 triliun dan GOTO sebesar Rp3,07 triliun.
BMRI dan BBRI melengkapi lima besar dengan nilai transaksi masing-masing Rp2,97 triliun dan Rp2,67 triliun. Selanjutnya, CUAN mencatat Rp1,79 triliun, BUMI Rp1,68 triliun, PACK Rp1,51 triliun, AMMN Rp1,43 triliun, dan DSSA Rp1,31 triliun.
Jika dilihat berdasarkan volume, GOTO berada di posisi teratas dengan perdagangan mencapai 110,96 miliar lembar saham. BUMI berada di urutan kedua dengan 9,54 miliar lembar, disusul BNBR sebanyak 5,23 miliar lembar.
BTEK mencatat volume 4,68 miliar lembar, ELTY 4,05 miliar lembar, UNSP 3,23 miliar lembar, PACK 2,94 miliar lembar, KPIG 2,59 miliar lembar, PPRO 2,34 miliar lembar, dan TAXI 2,16 miliar lembar.
GOTO juga menjadi saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi sepanjang pekan, yakni sekitar 220.000 transaksi.
Summary IHSG Pekan Ini, Aksi Korporasi dan Saham Teraktif Sepekan:
- 7 emiten umumkan dividen tunai, termasuk ASGR, GEMS, AALI, ASII, dan TLDN.
- ASGR menawarkan estimasi dividend yield tertinggi, mencapai 11,8 persen.
- Empat emiten siapkan buyback maksimal Rp2,92 triliun, dengan UNTR mengalokasikan Rp2 triliun.
- Tiga emiten memasuki jadwal rights issue, yakni VKTR, AHAP, dan BRNA.
- WSBP dan APEX tambah modal tanpa HMETD dengan melibatkan para kreditur.
- TRUK, NAYZ, dan DOOH menggelar penawaran tender saham pada Oktober–Desember 2026.
- BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp6,36 triliun.
- GOTO mencatat volume perdagangan terbesar, mencapai 110,96 miliar lembar saham.
- IHSG turun 3,28 persen sepanjang pekan 28 September–2 Oktober 2026.
- Investor asing mencatat jual bersih Rp5,04 triliun sepanjang pekan.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan membeli berita ini sesuai keinginan Anda. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

