IHSG Hari Ini (5/10) Diramal Menguat di Tengah Badai Foreign Sell: Redanya Suku Bunga The Fed dan Sentimen Stimulus Jadi Penopang
TheEconopost.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin, 5 Oktober 2026 berpotensi melanjutkan penguatan, setelah rebound 0,46 persen ke level 6.036,89 pada penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026).
Pelonggaran ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) menjadi katalis utama, meski pergerakan indeks masih dibayangi oleh gelombang modal asing yang keluar (net foreign sell).
Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG berhasil bangkit dari level psikologis 6.000, ditopang kenaikan sektor teknologi (+1,51 persen) dan energi (+1,12 persen). Penguatan dirasakan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,67 persen, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 3,66 persen, PT Astra International Tbk (ASII) menguat 2,66 persen, serta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang rebound 7,14 persen.
Namun, aksi jual bersih investor asing masih berlanjut sebesar Rp1,27 triliun hingga Rp1,31 triliun pada harian, sehingga akumulasi net foreign sell sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD) telah menembus Rp107,43 triliun. Kinerja IHSG secara YTD mencatatkan koreksi 30,18 persen.
Katalis Global dan Intervensi Rupiah
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan IHSG berada dalam posisi untuk rebound seiring mulai terbentuknya pola wave (X). “Indikator Stochastics K_D sudah dalam kondisi jenuh jual secara ekstrem (extremely oversold) sembari membentuk pola golden cross bersamaan dengan munculnya volume spike,” ujar Nafan.
Penguatan pasar saham global dan domestik terdorong oleh rilis data tenaga kerja AS (US Nonfarm Payrolls) periode September 2026 yang hanya bertambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah estimasi konsensus sebesar 90.000. Tingkat pengangguran AS juga naik menjadi 4,2 persen.
Kondisi tersebut menekan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan komite pasar terbuka (FOMC) 28 Oktober mendatang hingga tersisa sekitar 20–22,1 persen, tergerus drastis dari pekan sebelumnya yang mencapai 64,2 persen. Meredanya kecemasan pasar juga tercermin dari CBOE Volatility Index (VIX) yang turun 6,59 persen ke posisi 15,31. Imbal hasil (yield) US Treasury merosot, membuat bursa Wall Street ditutup menguat akhir pekan lalu—dengan Dow Jones naik 0,49 persen, S&P 500 melesat 0,73 persen, dan Nasdaq melonjak 1,19 persen.
Sentimen positif ini berpotensi menguntungkan emiten growth dan sektor sensitif suku bunga. Di sisi lain, kurs rupiah terapresiasi 0,47 persen ke level Rp17.875–Rp17.882 per dolar AS pada Jumat lalu. Penguatan nilai tukar didorong oleh bauran intervensi Bank Indonesia di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan offshore NDF, serta pengaruh surutnya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.
Selain faktor global, pasar juga merespons rencana stimulus pemerintah domestik senilai Rp31 triliun pada kuartal IV-2026 yang mencakup bantuan pangan dan subsidi upah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Proyeksi Perdagangan dan Agenda Ekonomi
Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 5.973 & 5.851, serta resistance di 6.180 & 6.335. BRI Sekuritas memperkirakan batas support pada 6.000–5.854 dan resistance 6.100–6.110, sedangkan MNCS menargetkan area rentang 5,949–6,083.
Investor disarankan fokus memantau rilis data ekonomi domestik pekan ini, yakni Cadangan Devisa pada 7 Oktober dan Indeks Keyakinan Konsumen pada 8 Oktober, yang akan menentukan arah arus modal asing jangka pendek. Dari ranah global, perhatian tertuju pada indeks ISM Services AS, notula rapat The Fed (FOMC Minutes), sertaklaim pengangguran mingguan AS.
Menyambut musim laporan keuangan kuartal III-2026 dan fenomena October Effect, pelaku pasar diimbau melakukan akumulasi terukur pada saham-saham berfundamental solid, berneraca sehat, memiliki likuiditas baik, serta disiplin menerapkan manajemen risiko.
Aksi Korporasi & Rekomendasi Saham Perusahaan
Kabar Emiten:
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap V senilai Rp500 miliar dengan kupon 9%–10% dan tenor hingga 3 tahun untuk modal kerja anak usaha.
- PT PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA): Melalui anak usahanya, PT Indocargomas Persada, menguasai 51% saham PT Kawasan Industri Seafer (KIS) senilai Rp340,9 miliar, menambah land bank sekitar 500 hektar di Kendal, Jawa Tengah.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Menerbitkan obligasi Rp4,12 triliun (Seri A kupon 8,25% tenor 367 hari dan Seri B kupon 10,0% tenor 3 tahun). Sebagian besar dana digunakan untuk refinancing fasilitas kredit bergulir senilai 195 juta dolar AS yang jatuh tempo 27 Oktober 2026.
- PT Astra International Tbk (ASII): Menetapkan dividen interim Rp98 per saham (total Rp3,9 triliun) dengan cum date pasar reguler pada 12 Oktober dan pembayaran pada 30 Oktober 2026.
- PT DSSA Tbk (DSSA): Memperkuat infrastruktur AI dan digital dengan pertumbuhan pendapatan bisnis teknologi melonjak 89,3 persen YoY menjadi 182,2 juta dolar AS pada semester I-2026. Data center SMX01 ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2026.
- Kebijakan Industri: Pemerintah menyiapkan insentif bea masuk 0 persen untuk bahan baku plastik guna menekan biaya logistik dan inflasi impor.
- Rekomendasi Saham Hari Ini:
- Mirae Asset Sekuritas:
- ASII (Accumulative Buy): Area masuk 4.510–4.670; TP1: 4.700 (+1,51%), TP2: 4.780 (+3,24%), TP3: 5.450 (+17,71%); Support: 4.510 & 4.350.
- ESSA (Accumulative Buy): Area masuk 555–615; TP1: 620 (+5,08%), TP2: 640 (+8,41%), TP3: 770 (+30,51%); Support: 555 & 505.
- SMGR (Accumulative Buy): Area masuk 1.435–1.515; TP1: 1.530 (+1,66%), TP2: 1.585 (+5,32%), TP3: 1.895 (+25,91%); Support: 1.435 & 1.380.
- IPOT Sekuritas:
- DSSA (Buy): Target harga 1: 1.185, Target harga 2: 1.220; Cutloss < 1.080 (Terjadi akumulasi konsisten Smart Money Rp270 miliar dalam 5 hari).
- AMRT (Buy): Target harga 1: 1.340, Target harga 2: 1.400; Cutloss < 1.220 (Akumulasi Smart Money Rp11,4 miliar di demand area).
- BRI Sekuritas: ENRG, COCO, DSSA.
- MNC Sekuritas: DOOH, GGRM, ISAT, NCKL, MDKA (Buy, TP: Rp4.350).
