Shikoku Akusisi Saham Pendiri di Hero Global (HGII) Rp200 per Lembar
Akuisisi saham pendiri PT Hero Global Investment Tbk (HGII) oleh perusahaan utilitas asal Jepang, Shikoku Electric Power Company Incorporated (Yonden) memasuki babak akhir.
Presiden Direktur HGII Robin Sunyoto menyatakan bahwa seluruh persyaratan terkait akuisisi tersebut telah rampung.
“Kini tinggal menghitung hari saja untuk meresmikan transaksi ini,” ujar Robin dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 Januari 2025.
![]() | Terima Kasih Sudah Membaca Berita Premium di The Econopost! Konten yang Anda baca merupakan konten premium. Dukung kami dengan melakukan pembayaran melalui QRIS senilai Rp 5.000. Cukup scan QR code yang tersedia, dan terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. Best Regard |
Dijelaskan akuisisi saham pendiri sebanyak 1,62 miliar saham atau setara 25% dilakukan pada harga Rp200 per saham, sesuai harga penawaran umum perdana saham (IPO) HGII. Nilai total transaksi ini mencapai Rp325 miliar sendiri akan masuk ke pendiri.
Kesepakatan ini telah tertuang dalam perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) antara pemegang saham pendiri HGII dan Yonden pada 8 November 2024.
Sebelum transaksi ini, HGII telah melepas 1,3 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor melalui IPO, dengan harga Rp200 per saham. Dari aksi ini, HGII memperoleh dana Rp260 miliar.
Setelah akuisisi Yonden, komposisi kepemilikan saham HGII akan berubah menjadi 55% milik pendiri, 25% saham Yonden, dan 20% saham publik. Kendati demikian, para pendiri HGII tetap menjadi pemegang saham pengendali.
Profil Yonden
Yonden, yang terdaftar di Tokyo Stock Exchange dengan kode saham TYO:9507, memiliki portofolio pembangkit listrik sebesar 5.332 Megawatt (MW), termasuk dari hidro, termal, nuklir, dan surya. Investasi Yonden di HGII menjadi langkah pertama perusahaan Jepang itu di level holding di Indonesia.
HGII sendiri memiliki sejumlah proyek pembangkit berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT), di antaranya PLTM Parmonangan-1 (9 MW) dan PLTM Parmonangan-2 (10 MW) di Sumatera Utara, serta investasi minoritas di PLTBg Ujung Batu (3 MW) di Riau.
Perusahaan ini menargetkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 100 MW pada 2031, termasuk pembangunan pembangkit hidro (58 MW), PLTBg (6 MW), biomassa (8 MW), dan surya (10 MW). Proyek-proyek ini diproyeksikan meningkatkan kontribusi HGII terhadap pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Secara kinerja, HGII mencatat laba bersih Rp26,3 miliar pada semester I 2024, naik 22,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total ekuitas HGII tercatat Rp469,57 miliar, dengan aset Rp727,9 miliar per 30 Juni 2024.

