Grab Jawab Rumor Keluar dari Indonesia, GoTo Tanggapi Status di BEI Hingga FTSE
TheEconopost.com, Perusahaan layanan transportasi dan pengantaran digital Grab membantah kabar yang menyebutkan perusahaan akan menghentikan operasinya atau keluar dari Indonesia. Perusahaan menegaskan tetap berkomitmen melanjutkan ekspansi dan mendukung pengembangan ekonomi digital di Tanah Air.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam pernyataan tertulis Rabu (3/6/2026), menyatakan rumor mengenai rencana Grab keluar dari Indonesia tidak benar. Menurut dia, Indonesia merupakan salah satu ekosistem penting bagi perusahaan yang telah beroperasi lebih dari satu dekade di dalam negeri.
“Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Neneng.
Ia menambahkan, Grab telah hadir di Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan akan terus bertumbuh serta mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat. Menurut perusahaan, Indonesia tidak hanya menjadi pasar strategis, tetapi juga bagian penting dari perjalanan bisnis Grab.
Grab mengklaim telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari jutaan masyarakat Indonesia selama lebih dari satu dekade. Perusahaan menyebut kontribusinya mencakup sekitar 50 persen dari industri ride-hailing dan layanan pengantaran daring di Indonesia.
Selain itu, Grab menyatakan telah mendukung penciptaan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perusahaan juga mengungkapkan telah mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar melalui program Grab untuk Indonesia yang ditujukan bagi mitra pengemudi.
“Bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat,” ujar Neneng.
GOTO Menjawab FTSE Hingga MSCI
Secara terpisah, manajemen GoTo Group menjawab tekanan baru dengan keputusan BEI untuk memindahkan klasifikasi papan pencatatan, indeks FTSE Russell, hingga MSCI. Perseroan menegaskan bahwa perubahan tersebut bersifat teknis-administratif dan tidak mencerminkan kinerja fundamental bisnisnya.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Head of Investor Relations GoTo Joel Ellis pada 3 Juni 2026, GoTo menjelaskan bahwa reklasifikasi BEI memindahkan perseroan dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan. Perubahan itu terjadi karena perusahaan tidak memenuhi salah satu persyaratan, yakni pertumbuhan rata-rata tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) pendapatan bersih minimal 20 persen selama tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut disebut terkait dengan dekonsolidasi Tokopedia pada awal 2024.
Akibat perpindahan papan tersebut, saham GoTo tidak lagi memenuhi kriteria FTSE Global Equity Index Series yang saat ini belum mengakui emiten di Papan Pengembangan. Dengan demikian, saham perseroan akan dikeluarkan dari indeks tersebut.
Sementara itu, pengumuman MSCI disebut berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan yang muncul akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI. Menurut perusahaan, faktor tersebut tidak mencerminkan kondisi fundamental bisnis GoTo.
Di tengah perkembangan tersebut, GoTo menyatakan tidak ada dampak terhadap aktivitas operasional maupun strategi perusahaan. Perseroan mengeklaim kinerja bisnis tetap menunjukkan pertumbuhan, ditandai dengan pencatatan laba bersih kuartalan pertama dalam sejarah perusahaan sebesar Rp171 miliar pada kuartal I/2026. Laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih 26 persen secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun.
GoTo juga mempertahankan proyeksi EBITDA grup yang disesuaikan sepanjang 2026 sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun, atau meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan menyatakan akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang menguntungkan dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.
Perkembangan ini terjadi ketika harga saham GoTo masih bergerak di level bawah dan terjebak di kisaran harga minimum perdagangan BEI, sehingga menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian dalam evaluasi indeks global terhadap saham perseroan.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami maka tunjukkan dukung itu dengan membeli berita ini dengan harga sesuai keinginan Anda. Cukup scan QR code yang tersedia lalu bayar sesuai keinginan. Terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. |

