Petrokimia Gresik Umumkan Penjualan Saham Petronika
TheEconopost.com, PT Petrokimia Gresik mengumumkan rencana penjualan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Petronika sebanyak 5.385 lembar saham atau setara 20 persen dari total saham perusahaan. Divestasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus sejalan dengan langkah strategis PT Pupuk Indonesia.
Dalam pengumuman yang diterbitkan pada Selasa, 21 Juli 2026, Petrokimia Gresik membuka kesempatan kepada calon investor yang berminat mengikuti proses penjualan saham tersebut dengan menyampaikan surat pernyataan minat paling lambat 31 Juli 2026 pukul 16.00 WIB.
Perseroan menyatakan informasi mengenai mekanisme transaksi, persyaratan, harga, serta tahapan penjualan akan diberikan kepada pihak yang telah menyampaikan surat pernyataan minat dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Namun demikian, Petrokimia Gresik menegaskan pengumuman tersebut tidak mengikat perseroan untuk menerima setiap pernyataan minat maupun melanjutkan proses dengan pihak tertentu. Pelaksanaan transaksi akan bergantung pada hasil evaluasi, persetujuan internal, serta pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah divestasi tersebut menjadi bagian dari penataan portofolio investasi BUMN yang tengah dijalankan seiring implementasi kebijakan Danantara sebagai pengelola investasi pemerintah.
Saat ini, struktur kepemilikan saham PT Petronika didominasi oleh PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM) yang menguasai 80 persen saham. TDPMÂ sendiri tengah menjalani proses delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah berada dalam proses kepailitan.
PT Petronika merupakan perusahaan manufaktur nasional pertama di Indonesia yang memproduksi plasticizer, bahan kimia yang digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas produk berbahan dasar plastik, khususnya polyvinyl chloride (PVC). Perusahaan yang berstatus penanaman modal asing tersebut memproduksi sejumlah bahan kimia industri, antara lain Dioctyl Phthalate (DOP), Diisononyl Phthalate (DINP), dan Dioctyl Terephthalate (DOTP).
Perusahaan ini merupakan hasil usaha patungan yang pada awal pendiriannya melibatkan Petrokimia Gresik dan Nippon Indonesia Kasozai. Nama “Petronika” sendiri berasal dari gabungan nama para pemegang saham pendirinya, yakni “Petro” dari Petrokimia dan “Nika” dari Nippon Indonesia Kasozai, sebelum kemudian struktur kepemilikan berubah menjadi seperti saat ini

