10 Langkah Bank Indonesia yang Buat IHSG Loncat 1,77%
Bank Indonesia (BI) mengumumkan bauran kebijakannya untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 Januari 2025 menghasilkan berbagai keputusan penting. Berikut adalah sepuluh langkah strategis yang akan dilakukan:
1. Penurunan BI Rate
BI memutuskan menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Langkah ini diikuti penurunan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00% dan Lending Facility menjadi 6,50%. Penyesuaian ini sejalan dengan rendahnya proyeksi inflasi 2025-2026 yang tetap terkendali pada sasaran 2,5±1%.
2. Operasi Moneter Pro-Market
BI mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah (SRBI), Sekuritas Valas (SVBI), dan Sukuk Valas (SUVBI) untuk menarik aliran modal asing. Langkah ini didukung strategi transaksi term-repo, swap valas, dan penguatan peran Primary Dealer untuk memperkuat pasar sekunder.
3. Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah dijaga melalui intervensi pasar valuta asing, transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN). Langkah ini memastikan nilai tukar tetap sesuai fundamental ekonomi.
4. Peningkatan Digitalisasi Pembayaran
BI meluncurkan fitur BI-FAST Fase I Tahap 2, mencakup layanan transfer kolektif, pembayaran berbasis permintaan (request for payment), dan transfer debit langsung. Digitalisasi sistem pembayaran ini ditujukan untuk mendukung UMKM dan sektor perdagangan.
5. Dukungan terhadap Sektor Prioritas
Kebijakan makroprudensial longgar diterapkan untuk meningkatkan pembiayaan kepada sektor prioritas, seperti UMKM dan ekonomi hijau. Penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai Januari 2025 menjadi salah satu pilar penting.
6. Akselerasi Elektronifikasi Program Pemerintah
BI mendukung digitalisasi program kesejahteraan sosial dan elektronifikasi di sektor transportasi melalui koordinasi dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
7. Sinergi dengan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan
BI bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk mendukung swasembada pangan. Langkah ini menjaga kestabilan inflasi terutama dari kelompok pangan.
8. Optimalisasi Cadangan Devisa
Posisi cadangan devisa Indonesia pada Desember 2024 mencapai USD 155,7 miliar, setara 6,7 bulan impor. Surplus neraca perdagangan sebesar USD 2,2 miliar pada Desember 2024 menjadi penyumbang utama.
9. Pendalaman Pasar Keuangan
BI meningkatkan upaya pendalaman pasar uang dan valas untuk mendorong masuknya investasi asing. Penerbitan SRBI telah berhasil menarik nonresiden dengan kepemilikan mencapai Rp228,85 triliun (25,02% dari total outstanding).
![]() | Terima Kasih Sudah Membaca Berita Premium di The Econopost! Konten yang Anda baca merupakan konten premium. Dukung kami dengan melakukan pembayaran melalui QRIS senilai Rp 5.000. Cukup scan QR code yang tersedia, dan terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. Best Regard |
10. Peningkatan Transparansi Suku Bunga Kredit
BI mempublikasikan asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan fokus pada sektor prioritas. Langkah ini mendukung efisiensi penyaluran kredit.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung stabilitas makroekonomi, mendorong investasi, dan mempercepat transformasi digital guna memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah ketidakpastian global

