Profil Ignatius Girendroheru, dari Bursa hingga Memimpin PEFINDO
TheEconopost.Com, Perjalanan Ignatius Girendroheru di industri pasar modal Indonesia membentang hampir tiga dekade. Berbekal latar belakang keuangan dan pengalaman di bursa, lembaga penilai harga efek, hingga lembaga perlindungan investor, Ignatius kini dipercaya memimpin PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
Pemegang saham PEFINDO melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (21/8/2026) menyetujui pengangkatan Ignatius Girendroheru sebagai Direktur Utama. Ia menggantikan Irmawati yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.
Sekretaris Perusahaan PEFINDO Andini Puspita Sari mengatakan, perubahan susunan direksi tersebut berlaku sejak RUPSLB ditutup. Selain Ignatius, pemegang saham mengangkat Vera Florida sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Vera sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 Bursa Efek Indonesia.
“Pengangkatan ini merupakan bagian dari perubahan susunan jajaran Direksi PEFINDO yang telah disetujui pemegang saham melalui RUPSLB,” kata Andini.
Sebelum menjadi Direktur Utama, Ignatius menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PEFINDO sejak Juli 2020. Dalam periode yang sama, ia juga tercatat sebagai Chief Financial Officer (CFO) perusahaan.
Pengalaman Ignatius di industri pasar modal jauh lebih panjang. Kariernya dimulai di PT Bursa Efek Surabaya. Pada Juli 1997, ia bergabung sebagai Assistant Manager Listing Division. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Manager Listing Division dan kemudian memimpin Fixed Income Trading Division pada 2002 hingga Maret 2006.
Setelah Bursa Efek Surabaya bergabung dengan Bursa Efek Jakarta, Ignatius melanjutkan kariernya di Bursa Efek Indonesia. Ia menjadi Senior Researcher di Bursa Efek Jakarta pada Oktober 2006 hingga Maret 2007, sebelum dipercaya sebagai Head of Listing Division Real Sector di Bursa Efek Indonesia sampai Juni 2008.
Pengalaman tersebut membuat perjalanan profesional Ignatius tidak hanya bersinggungan dengan pemeringkatan, tetapi juga dengan aktivitas pencatatan efek dan perdagangan surat utang. Setelah dari Bursa Efek Indonesia, ia kemudian dipercaya memimpin PT Penilai Harga Efek Indonesia atau Indonesia Bond Pricing Agency sebagai President Director selama delapan tahun, sejak Juli 2008 hingga Juni 2016.
Lembaga tersebut memiliki peran dalam penyediaan informasi harga pasar wajar efek, terutama instrumen surat utang dan sukuk. Pengalaman panjang di bidang fixed income itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Ignatius sebelum masuk ke PEFINDO.
Pada Juni 2016, ia kemudian dipercaya menjadi President Director Indonesia Securities Investor Protection Fund hingga Juni 2020. Empat tahun kemudian, ia bergabung dengan PEFINDO dan menjabat Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko sekaligus CFO.
Dari sisi pendidikan, Ignatius menempuh pendidikan sarjana di The University of Texas at Austin, Amerika Serikat, dengan bidang Geophysics and Seismology pada 1988–1992. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Corporate Finance di University of North Texas pada 1993–1995.
Kini, pengalaman tersebut dibawa Ignatius ke posisi tertinggi di PEFINDO. Tantangannya adalah menjaga posisi lembaga pemeringkat kredit di tengah perkembangan instrumen pasar modal dan kebutuhan investor terhadap informasi risiko yang independen.
Andini mengatakan, PEFINDO di bawah susunan direksi baru diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lembaga penunjang pasar modal. Peran tersebut mencakup penyediaan informasi dan opini risiko kredit yang independen, kredibel, obyektif, dan terpercaya.
Skala kegiatan PEFINDO juga terus berkembang. Hingga Juli 2026, PEFINDO telah melakukan pemeringkatan atas instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) sebesar Rp519,56 triliun, dengan total outstanding mencapai Rp673,74 triliun. Untuk pemeringkatan perusahaan, PEFINDO telah memberikan pemeringkatan kepada 427 perusahaan, termasuk 206 perusahaan BUMN dan anak usahanya.
PEFINDO juga mulai memperluas layanan di luar kegiatan pemeringkatan. Hingga Agustus 2026, perusahaan telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan untuk menjalankan sejumlah kegiatan baru, antara lain sebagai penyedia reviu eksternal untuk penerbitan obligasi hijau dan obligasi sosial, serta penyelenggara penilaian kualitas manajer investasi dan kualitas kredit reksa dana.
Dengan latar belakang panjang di pasar modal, terutama pada bidang pencatatan efek, perdagangan surat utang, penilaian harga efek, perlindungan investor, hingga kepatuhan dan manajemen risiko, Ignatius memasuki babak baru sebagai pemimpin PEFINDO. Perjalanan kariernya sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara berbagai institusi yang menopang infrastruktur pasar modal Indonesia.
