HeadlineIHSG

IHSG Hari Ini 7 Oktober Berpeluang Rebound Ditopang Sentimen Global dan FOMC Minutes

TheEconopost.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (7/10/2026), berpeluang melanjutkan technical rebound setelah menguat tiga hari beruntun. Sentimen global yang membaik, penurunan yield Treasury Amerika Serikat, serta ekspektasi terhadap arah kebijakan The Federal Reserve menjadi katalis bagi pergerakan pasar saham Indonesia.

IHSG pada perdagangan Selasa (6/10/2026) menguat 1,21% ke level 6.192,93. Penguatan berlangsung cukup luas dengan 489 saham ditutup naik. Sektor transportasi dan logistik menjadi penggerak utama dengan kenaikan 3,16%, disusul teknologi 3,09% dan energi 2,67%. Namun, investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp597 miliar sehingga penguatan IHSG masih membutuhkan konfirmasi dari perbaikan aliran dana asing.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai IHSG berada dalam fase rebound secara teknikal. Pola three advancing soldiers candlestick mulai terbentuk, sementara indikator Stochastics K_D dan RSI memberikan sinyal positif yang didukung peningkatan volume perdagangan.

Untuk perdagangan Rabu (7/10/2026), Mirae memperkirakan sentimen IHSG secara umum cenderung positif. Level support berada di 6.180 dan 6.016, sedangkan resistance berada di 6.321 dan 6.384.

Wall Street Menguat Jelang FOMC Minutes

Sentimen positif juga datang dari pasar global. Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Dow Jones Industrial Average naik 0,49% ke 51.521,28, S&P 500 menguat 0,58% menjadi 7.818,93, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,45% ke 27.599,79.

Mirae menyebut pelaku pasar global mulai lebih fokus pada prospek pertumbuhan laba emiten menjelang musim laporan keuangan kuartal III dibandingkan kekhawatiran terhadap geopolitik dan suku bunga.

Penurunan yield Treasury menjadi katalis positif bagi aset berisiko. Stabilnya harga minyak dunia juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Sementara itu, indeks volatilitas CBOE atau VIX turun 3,29% ke level 15,01, yang menunjukkan kondisi sentimen pasar relatif stabil.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada publikasi FOMC Minutes dari rapat The Fed pada 15–16 September. Dokumen tersebut akan menjadi salah satu indikator untuk melihat arah ekspektasi suku bunga AS.

BRI Sekuritas menilai data tenaga kerja AS yang lebih lemah sebelumnya telah meningkatkan ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif. Namun, yield UST 10 tahun masih berada sekitar 5,3%, sehingga biaya dana global tetap menjadi risiko bagi aset pasar berkembang.

Ekspektasi Kenaikan Fed Makin Menurun

Mirae Asset menyebut ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada 28 Oktober 2026 terus menurun menjadi 19,4%. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap risk appetite, meningkatkan daya tarik aset pasar berkembang, dan berpotensi membantu aliran dana ke emerging markets.

Dari dalam negeri, investor mencermati rilis cadangan devisa pada Rabu (7/10/2026) dan Indeks Keyakinan Konsumen pada Kamis (8/10/2026). Cadangan devisa yang tetap kuat dinilai dapat menjadi katalis bagi kepercayaan terhadap stabilitas rupiah.

Rupiah pada perdagangan terakhir terapresiasi 0,10% menjadi Rp17.899 per dolar AS.

Foreign Sell Masih Jadi Perhatian

Meski IHSG menguat, tekanan dari investor asing belum sepenuhnya mereda. Mirae mencatat net foreign sell harian sebesar Rp597,49 miliar. Secara kumulatif sepanjang tahun, net foreign sell mencapai Rp108,85 triliun, sementara kinerja IHSG masih mencatatkan penurunan 28,38% secara year to date.

BRI Sekuritas juga menilai keberlanjutan rebound perlu dikonfirmasi melalui perbaikan foreign flow. Secara teknikal, IHSG dinilai telah bertahan di atas support 6.017 dan menembus resistance 6.140.

Jika mampu mempertahankan level 6.140, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound menuju 6.240. Sebaliknya, pelemahan kembali di bawah 6.140 berpotensi membawa indeks memasuki fase konsolidasi.

Proyeksi IHSG dan Support Resistance

Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan mencoba resistance 6.227 dan selanjutnya 6.263 pada perdagangan Rabu. Sekuritas tersebut memberikan rating neutral to bearish.

Adapun support IHSG berada pada area 6.120–6.019 dan 5.973.

Dengan demikian, area 6.227–6.263 menjadi level penting yang perlu diperhatikan investor dalam mengukur kekuatan rebound IHSG hari ini.

FTSE Pertahankan Status Indonesia

Sentimen domestik juga mendapat dukungan dari keputusan FTSE Russell mempertahankan Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam evaluasi klasifikasi pasar Oktober 2026.

Indonesia juga tidak masuk Watch List, sehingga terhindar dari risiko penurunan status pasar. Meski demikian, FTSE masih memantau efektivitas reformasi pasar modal, termasuk keterbukaan informasi pemegang saham, granularisasi data investor, peningkatan minimum free float, dan penguatan pengawasan pasar.

FTSE akan memberikan pembaruan terkait saham Indonesia menjelang index review Desember 2026 dengan mempertimbangkan perkembangan reformasi dan masukan dari pelaku pasar global.

Saham Pilihan Hari Ini

Di tengah peluang rebound IHSG, BRI Sekuritas memasukkan INDY, ANTM, dan BULL sebagai stock pick untuk perdagangan hari ini.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan akumulasi saham dengan fundamental solid, neraca sehat, prospek pertumbuhan yang jelas, serta likuiditas perdagangan yang baik dengan manajemen risiko yang disiplin.

Mirae juga memberikan rekomendasi ENRG, INDY, dan MEDC. ENRG memiliki area masuk 1.000–1.100 dengan target harga bertahap 1.160, 1.225, dan 1.245. INDY memiliki area masuk 2.500–2.800 dengan target 2.870, 3.260, dan 4.020. Sementara MEDC direkomendasikan add pada area 1.385–1.455 dengan target 1.465, 1.500, dan 1.715.

Sinarmas Sekuritas juga memasukkan MDKA, MEDC, dan ADRO sebagai rekomendasi speculative buy.

Putra

Editor In Chief https://www.theeconopost.com/ Hubungi saya di redaksi@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com