Haji Isam (Jhonlin) Tambah Rencana Beli Saham BYAN Menjadi 10,08 Miliar Lembar
TheEconopost.com, PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam berencana menambah jumlah saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang akan dibeli dari Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Berdasarkan perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang diumumkan, jumlah saham yang akan dialihkan mencapai 10,084 miliar lembar. Jumlah ini diperkirakan setara 30,252% dari total saham BYAN.
Jumlah tersebut bertambah 84,087 juta saham dibandingkan dengan rencana awal sebanyak 10,000 miliar lembar. Perubahan perjanjian ditandatangani pada 1 Oktober 2026 dan disampaikan Bayan Resources melalui keterbukaan informasi pada Selasa (6/10/2026).
Dengan perubahan tersebut, Jhonlin Baratama akan memiliki 10.084.088.370 saham BYAN setelah seluruh syarat pendahuluan transaksi dipenuhi dan transaksi diselesaikan.
PJBS awal antara Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai penjual dengan Jhonlin Baratama sebagai pembeli ditandatangani pada 16 September 2026. Sehari kemudian, Bayan menyampaikan keterbukaan informasi mengenai rencana transaksi tersebut.
Berdasarkan dokumen terbaru, pelaksanaan dan penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat pendahuluan. Harga per saham dan nilai transaksi tidak disebutkan dalam keterbukaan informasi tersebut.
Manajemen Bayan menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Registrasi Pemegang Efek per 30 September 2026, jumlah pemegang saham BYAN mencapai 8.187 pihak. Jumlah tersebut bertambah 3.248 pemegang saham dibandingkan dengan Agustus 2026 yang sebanyak 4.939 pihak.
Meski jumlah pemegang saham meningkat, komposisi kepemilikan utama Bayan tidak berubah. Dato’ Low Tuck Kwong tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan 13.416.921.870 saham atau 40,251 persen.
Elaine Low memiliki 7.333.833.700 saham atau 22,002 persen, sedangkan PT Sumber Suryadaya Prima memiliki 3.333.380.000 saham atau 10 persen. Adapun masyarakat dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5 persen menguasai 9.249.199.430 saham atau 27,747 persen.
Total saham Bayan yang tercatat mencapai 33.333.335.000 saham.
Pada periode yang sama, saham yang masuk kategori free float meningkat 709.500 lembar menjadi 7.096.416.630 saham. Porsi free float naik tipis dari 21,287 persen menjadi 21,289 persen.
Kenaikan free float tersebut sejalan dengan berkurangnya kepemilikan Direktur Bayan Alastair G. C. McLeod sebanyak 709.500 saham, dari sebelumnya 4 juta saham menjadi 3.290.500 saham.
Sementara itu, kepemilikan saham direksi lainnya tidak berubah. Lim Chai Hock memiliki 1.087.150.000 saham atau 3,261 persen, Jenny Quantero 994.975.000 saham atau 2,985 persen, Low Yi Ngo 62.364.800 saham atau 0,187 persen, dan Ulina Fitriani 5 juta saham atau 0,015 persen.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan membeli berita ini sesuai keinginan Anda. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

