HeadlineIHSG

Laba Konsolidasi CIMB Niaga (BNGA) Jadi Rp 4,5 Triliun hingga September 2026

TheEconopost.com, Laba bersih konsolidasi PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) turun 18,57 persen menjadi Rp 4,5 triliun hingga September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,3 triliun. Dari laba konsolidasi ini, yang dapat disalurkan kepada pemilik sebesar Rp4,49 triliun.

Dikutip dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain CIMB Niaga, Rabu (28/10/2026), laba bersih bank only tercatat sebesar Rp4,22 triliun berbanding Rp5,13 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bunga bersih konsolidasi turun 2,16 persen menjadi Rp 9,86 triliun dari Rp 10,08 triliun. Penurunan tersebut terjadi meskipun perusahaan mampu memangkas beban bunga 6,16 persen menjadi Rp 7,99 triliun. Namun pada saat yang sama, pendapatan bunga turun 3,99 persen menjadi Rp 17,85 triliun.

Tekanan terhadap laba juga berasal dari peningkatan beban penurunan nilai aset keuangan. Pos ini naik 88,56 persen menjadi Rp 2,37 triliun dari Rp 1,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban operasional lainnya secara neto meningkat 17,43 persen menjadi Rp 4,11 triliun. Sementara itu, pendapatan dari komisi, provisi, biaya, dan administrasi turun 5,26 persen menjadi Rp 2,39 triliun.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, laba operasional konsolidasi turun 12,60 persen menjadi Rp 5,75 triliun. Laba sebelum pajak juga menyusut 14,23 persen menjadi Rp 5,78 triliun.

Pada entitas bank saja, laba bersih CIMB Niaga tercatat Rp 4,22 triliun, turun 17,76 persen dibandingkan Rp 5,14 triliun pada Januari–September 2025.

Pendapatan bunga bersih bank turun 1,53 persen menjadi Rp 8,90 triliun. Adapun beban penurunan nilai aset keuangan meningkat 83,47 persen menjadi Rp 1,62 triliun, sedangkan beban operasional lainnya secara neto naik 31,02 persen menjadi Rp 3,60 triliun.

Laba operasional bank turun 15,72 persen menjadi Rp 5,31 triliun. Laba sebelum pajak juga turun 17,33 persen menjadi Rp 5,34 triliun.

Selain laba bersih, total laba komprehensif konsolidasi CIMB Niaga turun lebih dalam, yakni 50,60 persen menjadi Rp 3,49 triliun dari Rp 7,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan tersebut sejalan dengan perubahan penghasilan komprehensif lain, yang berbalik dari surplus sekitar Rp 1,72 triliun pada Januari–September 2025 menjadi negatif sekitar Rp 1,02 triliun pada Januari–September 2026.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com