Finance

Tabungan Naik, Dana Pensiun Tergerus: Dilema Keuangan Generasi Sandwich

TheEconopost.com, Menanggung biaya hidup anak sekaligus merawat orang tua membuat generasi sandwich menghadapi dilema keuangan: memenuhi kebutuhan keluarga hari ini atau menyisihkan uang untuk masa depan sendiri. Meski sebagian mulai meningkatkan tabungan dan investasi, tanggung jawab pengasuhan masih menghambat upaya mereka membangun ketahanan finansial.

Laporan Sandwich Generation Special Report 2026 yang dirilis Sun Life menunjukkan, 67 persen responden generasi sandwich meningkatkan tabungan dalam setahun terakhir. Sebanyak 52 persen juga berinvestasi secara rutin. Namun, 29 persen masih menyebut kewajiban keluarga sebagai penghambat untuk memiliki kendali finansial yang lebih besar.

Tekanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan besarnya pengeluaran. Tanggung jawab terhadap dua generasi juga dapat memaksa seseorang mengurangi persiapan pensiun, menunda kebutuhan kesehatan, atau mengambil pinjaman untuk menutup kebutuhan rumah tangga.

Sebanyak 28 persen responden bahkan mengurangi atau menghentikan sementara kontribusi dana pensiun karena tanggung jawab pengasuhan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kemampuan menabung belum tentu sejalan dengan kesiapan finansial jangka panjang.

Beban finansial lebih berat bagi perempuan

Perempuan menghadapi tekanan tambahan karena besarnya keterlibatan mereka dalam pengasuhan dan pengambilan keputusan keluarga. Dalam laporan Sun Life, 89 persen perempuan generasi sandwich terlibat dalam keputusan terkait kesehatan anak. Angka itu meningkat menjadi 93 persen ketika menyangkut perawatan anggota keluarga lanjut usia.

Tanggung jawab tersebut berpengaruh terhadap kemampuan mereka memperkuat kondisi keuangan. Sebanyak 82 persen perempuan generasi sandwich menyebut tanggung jawab rumah tangga sebagai hambatan finansial. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, 37 persen membatasi investasi dan 26 persen mengambil utang atau pinjaman.

Dampaknya juga menjalar ke kesehatan pribadi. Sebanyak 79 persen perempuan dalam kelompok tersebut pernah menunda atau melewatkan perawatan medis demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan generasi sandwich bukan semata-mata tentang penghasilan dan pengeluaran. Pembagian tanggung jawab pengasuhan, prioritas kebutuhan keluarga, dan kemampuan melindungi masa depan sendiri turut menentukan ketahanan finansial mereka.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan tanggung jawab keluarga tidak semestinya mengorbankan masa depan seseorang.

“Tanggung jawab terhadap keluarga tidak seharusnya mengorbankan masa depan sendiri. Bagi sandwich generation, ketahanan finansial berarti mampu memenuhi kebutuhan keluarga hari ini tanpa mengesampingkan kesehatan, keamanan finansial, dan rencana masa depan,” ujar Albertus dalam keterangan tertulis Senin, 26 Oktober 2026.

Menurut dia, edukasi, perlindungan, dan perencanaan keuangan yang relevan diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan tanggung jawab keluarga sekaligus mempersiapkan masa depan.

Bagaimana menjaga keuangan di tengah tanggungan keluarga?

Salah satu tantangan generasi sandwich adalah menyusun prioritas ketika kebutuhan anak, orang tua, dan diri sendiri muncul bersamaan. Tanpa perencanaan, kebutuhan yang mendesak berpotensi terus menggeser tujuan keuangan jangka panjang, termasuk dana darurat dan persiapan pensiun.

Sun Life memperkenalkan Lighter with Sun Life, platform digital yang dirancang untuk membantu generasi sandwich memahami dan mengelola prioritas finansial. Platform ini menyediakan lima topik pembelajaran interaktif.

Topik Invest in Yourself membahas fondasi keuangan pribadi, sedangkan Find Your Balance membantu pengguna memahami pengelolaan pendapatan dan kebutuhan keluarga. Adapun A Softer Landing membahas dana darurat dan perlindungan keuangan.

Dua topik lainnya berfokus pada perencanaan jangka panjang. Life’s Chapters mengajak pengguna menyeimbangkan kebutuhan saat ini dengan tujuan masa depan, sementara Retirement Starts Today membahas persiapan pensiun sejak dini.

Pengguna juga dapat melanjutkan pembelajaran melalui percakapan dengan penasihat atau advisor untuk membantu merencanakan keuangan sesuai kebutuhan mereka.

“Melalui Lighter, Sun Life ingin membantu sandwich generation mengambil langkah finansial dengan lebih percaya diri melalui materi pemahaman finansial yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna juga dapat melanjutkan pembelajaran melalui percakapan dengan advisor untuk membantu merencanakan keuangan sesuai kebutuhan mereka,” kata Albertus.

Laporan Sandwich Generation Special Report 2026 merupakan sintesis dari tiga studi Sun Life, yakni Financial Resilience Index 2026, Women’s Wealth 2026, dan Retirement Reimagined 2025. Ketiganya melibatkan total 12.000 responden, dengan analisis terhadap 2.671 responden generasi sandwich di enam pasar Asia, termasuk Indonesia.

Temuan tersebut menyoroti tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan keluarga saat ini dan keamanan finansial pada masa mendatang. Bagi generasi sandwich, perencanaan keuangan tidak cukup hanya memastikan kebutuhan rumah tangga terpenuhi, tetapi juga perlu menyediakan ruang bagi kesehatan pribadi, dana darurat, dan persiapan pensiun.

Putra

Editor In Chief https://www.theeconopost.com/ Hubungi saya di redaksi@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com