HeadlineIHSG

IHSG Hari Ini (6/10) Berpeluang Menguat Ikuti Wall Street, Stimulus Rp31 Triliun Jadi Sentimen

TheEconopost.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026), setelah indeks menguat 1,36% ke level 6.118,86 pada perdagangan Senin (5/10).

Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif dari pasar global, terutama bursa saham Amerika Serikat (AS) yang ditutup menguat pada perdagangan Senin. Dow Jones Industrial Average naik 0,18%, S&P 500 menguat 0,66%, sedangkan Nasdaq Composite naik 1,05%.

BRI Sekuritas dalam riset harian menilai penguatan IHSG melanjutkan technical rebound dari area psikologis 6.000. Pergerakan tersebut didukung ekspektasi kebijakan The Federal Reserve yang lebih dovish setelah data tenaga kerja AS September menunjukkan penambahan pekerjaan hanya 29.000, jauh di bawah ekspektasi 90.000, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.

Namun, penguatan IHSG masih perlu dikonfirmasi karena investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp123 miliar pada perdagangan Senin.

“Secara teknikal, rebound IHSG mulai mendapatkan konfirmasi setelah bertahan di area psikologis 6.000, dengan candle ditutup di atas support Fibonacci 6.017,” tulis BRI Sekuritas dalam riset SAPA MENTARI, Selasa (6/10).

Meski demikian, indikator MACD masih berada dalam kondisi bearish sehingga momentum pembalikan arah belum sepenuhnya terkonfirmasi. IHSG perlu menembus level resistance 6.140 untuk membuka ruang penguatan menuju 6.240.

Adapun level support IHSG berada di kisaran 6.017–5.851. Selama indeks mampu bertahan di atas 6.017, peluang technical rebound masih terbuka.

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan mencoba menguji resistance 6.187 pada perdagangan Selasa. Jika level tersebut ditembus, indeks berpeluang menuju resistance berikutnya di 6.227.

Pada perdagangan Senin, IHSG telah menembus resistance 6.095 dan ditutup di level 6.118.86. Sinarmas Sekuritas menetapkan level resistance IHSG pada 6.187–6.227 dan 6.271, sedangkan support berada di 6.019–5.973 dan 5.898.

Sentimen pasar juga akan dipengaruhi sejumlah data ekonomi global. BRI Sekuritas mencermati rilis FOMC Minutes pada 7 Oktober yang dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga setelah The Fed menaikkan Federal Funds Rate (FFR) ke kisaran 3,75%–4,00%.

Pasar juga akan mencermati data ISM Services, data perdagangan AS, serta pergerakan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang masih berada di sekitar 5,3%. Pelemahan data ekonomi AS berpotensi memperkuat ekspektasi pemangkasan atau penahanan suku bunga, meski tingginya yield tetap menjadi risiko bagi aset pasar negara berkembang.

Dari pasar global, penguatan Wall Street pada Senin terutama didorong reli saham teknologi dan optimisme terhadap prospek investasi kecerdasan buatan (AI) serta kinerja korporasi.

Di sisi lain, ISM Services PMI AS tercatat turun menjadi 54,9 pada September 2026 dari 55,4 pada bulan sebelumnya. Meski turun, indikator tersebut masih berada di zona ekspansi selama 27 bulan berturut-turut.

Pasar juga mencermati harga komoditas. Harga minyak mentah disebut turun di bawah US$90 per barel setelah Saudi Aramco memangkas harga jual Arab Light ke Asia menjadi US$5 per barel di bawah harga acuan, lebih dalam dibandingkan sebelumnya US$2 per barel.

Pada perdagangan Senin, sebagian besar sektor di BEI ditutup menguat. Sektor properti dan real estat memimpin kenaikan sebesar 2,31%, diikuti sektor bahan dasar sebesar 2,07%. Sementara sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah, yakni 1,33%.

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih membukukan net sell. Berdasarkan data Samuel Sekuritas, saham yang menjadi sasaran net buy asing terbesar pada 5 Oktober 2026 adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sebaliknya, saham yang mencatatkan net sell asing terbesar adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sejumlah sekuritas juga memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini. BRI Sekuritas merekomendasikan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy untuk PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Adapun MNCS Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.077–6.149 pada perdagangan Selasa. MNCS merekomendasikan saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA).

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com