AUM BNP Paribas AM Tembus Rp43,44 Triliun Usai Integrasi dengan AXA
TheEconopost.com, PT BNP Paribas Asset Management memperbesar skala bisnis pengelolaan investasinya di Indonesia setelah menyelesaikan penggabungan PT AXA Investment Managers Select Indonesia. Terhitung sejak 1 Oktober 2026, perusahaan hasil integrasi tersebut resmi beroperasi dengan nama PT BNP Paribas Asset Management.
Penggabungan ini menjadi kelanjutan dari akuisisi PT AXA Investment Managers Select Indonesia yang dilakukan pada 24 April 2026. Setelah integrasi, BNP Paribas Asset Management mencatat total dana kelolaan atau assets under management (AUM) sebesar Rp43,44 triliun, mencakup reksa dana dan kontrak pengelolaan dana.
Dengan skala tersebut, BNP Paribas Asset Management menempatkan diri sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia. Selain AUM, perusahaan juga mengelola dana advis atau assets under advisory (AUA) sebesar Rp565 miliar berdasarkan posisi per 31 Agustus 2026.
Seberapa besar AUM BNP Paribas Asset Management setelah integrasi AXA?
Angka Rp43,44 triliun menjadi indikator utama perubahan skala bisnis BNP Paribas Asset Management setelah AXA Investment Managers Select Indonesia bergabung.
AUM tersebut mencakup dana yang dikelola melalui reksa dana dan kontrak pengelolaan dana. Di luar AUM, perusahaan memiliki AUA sebesar Rp565 miliar yang berasal dari aktivitas penasihat investasi.
Dengan demikian, ekspansi melalui integrasi tidak hanya memperbesar skala aset yang dikelola, tetapi juga memperluas cakupan layanan BNP Paribas Asset Management ke layanan penasihat investasi.
Data perusahaan per 31 Agustus 2026 menjadi basis angka AUM dan AUA tersebut.
Penggabungan ini merupakan tahap lanjutan setelah akuisisi AXA Investment Managers Select Indonesia pada April 2026. Mulai 1 Oktober 2026, AXA Investment Managers Select Indonesia tidak lagi beroperasi sebagai entitas terpisah dan telah bergabung ke dalam BNP Paribas Asset Management.
BNP Paribas Asset Management menyebut integrasi tersebut sebagai bagian dari transformasi organisasi BNP Paribas Asset Management global sekaligus tonggak dalam perluasan bisnis dan implementasi rencana strategis global menuju 2030.
Di Indonesia, perusahaan akan menggabungkan keahlian yang saling melengkapi di berbagai kelas aset. Kapabilitas tersebut diarahkan untuk menyediakan solusi keuangan mulai dari reksa dana, kontrak pengelolaan dana, hingga layanan penasihat investasi.
Perusahaan menyebut integrasi tidak semata-mata diarahkan pada peningkatan skala dana kelolaan.
BNP Paribas Asset Management menyatakan penggabungan tersebut akan mempercepat inovasi perusahaan sekaligus melanjutkan kepemimpinannya dalam tema investasi berkelanjutan.
Dengan bertambahnya skala bisnis, perusahaan juga menyatakan ingin memperluas kapabilitas dan skalabilitas untuk memberikan layanan kepada nasabah dan mitra.
Bagaimana posisi BNP Paribas Asset Management setelah penggabungan?
Dengan AUM Rp43,44 triliun, BNP Paribas Asset Management menyatakan kini menjadi salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia.
Presiden Komisaris PT BNP Paribas Asset Management Mike Nikou mengatakan penyelesaian penggabungan berlangsung pada momentum yang tepat bagi pasar Indonesia. Menurut dia, posisi perusahaan kini lebih kuat untuk menghadapi volatilitas pasar yang kompleks.
Mike juga menyatakan integrasi bisnis dan operasional diharapkan memungkinkan perusahaan memberikan layanan lebih luas kepada nasabah dan mitra serta mempercepat pelaksanaan prioritas strategis perusahaan.
“Ke depannya, hal ini memungkinkan kami untuk melangkah lebih jauh dalam memberikan layanan bagi nasabah dan mitra kami serta mempercepat pelaksanaan dan pencapaian prioritas strategis perusahaan,” kata Mike.
Siapa yang memimpin BNP Paribas Asset Management setelah integrasi?
Maya Kamdani melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management di Indonesia.
Perusahaan menyatakan Maya akan memimpin babak baru pertumbuhan perusahaan dengan fokus pada akselerasi pertumbuhan dan perluasan jangkauan di lanskap manajemen investasi Indonesia.
Mike Nikou mengatakan Maya memiliki keahlian dan visi yang dibutuhkan untuk memimpin integrasi bisnis dan operasional setelah penggabungan.
Apa strategi BNP Paribas Asset Management selanjutnya?
Setelah integrasi, BNP Paribas Asset Management akan mengandalkan kombinasi keahlian di berbagai kelas aset untuk memperluas solusi yang ditawarkan kepada nasabah.
Perusahaan juga menyatakan penggabungan tersebut akan memperluas skalabilitas dan kapabilitas bisnis. Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan kekuatan Grup BNP Paribas dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan mitra serta mempertegas komitmen perusahaan terhadap pasar Indonesia.
Di sisi lain, perusahaan menempatkan investasi berkelanjutan sebagai salah satu tema yang akan terus dikembangkan setelah integrasi.
Perusahaan menyebut fokus berikutnya mencakup akselerasi pertumbuhan, perluasan jangkauan, peningkatan skalabilitas dan kapabilitas, serta percepatan implementasi prioritas strategis perusahaan.
