NAYZ Berganti Pengendali, Ini Pemilik Saiko Consultancy
TheEconopost.com, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) memiliki pengendali baru setelah Saiko Consultancy Pte. Ltd. mengambil alih 750 juta saham atau setara 29,41% modal ditempatkan dan disetor perseroan dari PT Asia Intrainvesta.
Transaksi pengambilalihan saham tersebut diselesaikan pada 19 Agustus 2026 dengan harga Rp23,5 per saham. Dengan jumlah saham yang dialihkan sebanyak 750 juta saham, nilai transaksi mencapai Rp17,625 miliar.
Pengambilalihan tersebut menjadikan Saiko Consultancy sebagai pengendali baru NAYZ. Perubahan pengendalian itu sekaligus memicu kewajiban penawaran tender wajib terhadap saham NAYZ sesuai dengan ketentuan pasar modal.
Saiko menunjuk PT Saiko Consultancy Grand (SCG) untuk melaksanakan penawaran tender wajib. SCG merupakan perusahaan yang 99,98% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Saiko Consultancy.
Berdasarkan pengumuman Saiko Consultancy mengenai pengambilalihan NAYZ, tidak terdapat hubungan afiliasi antara Saiko sebagai pembeli dan NAYZ sebelum transaksi dilakukan.
Siapa pemilik Saiko Consultancy?
Saiko Consultancy Pte. Ltd. dimiliki oleh tiga pemegang saham. Nussantakit Sasiamorn dan Sawin Laosethakul masing-masing menguasai 35% saham. Adapun Mark Leong Kei Wei memiliki 30% saham.
Dengan demikian, dua pemegang saham terbesar Saiko adalah Nussantakit Sasiamorn dan Sawin Laosethakul dengan kepemilikan masing-masing 35%.
| Pemegang saham Saiko Consultancy | Kepemilikan |
|---|---|
| Nussantakit Sasiamorn | 35% |
| Sawin Laosethakul | 35% |
| Mark Leong Kei Wei | 30% |
| Total | 100% |
Dari sisi pengurus, Sawin Laosethakul dan Mark Leong Kei Wei tercatat menjabat sebagai direktur Saiko Consultancy.
Struktur tersebut menunjukkan bahwa pengendalian Saiko Consultancy berada pada tiga pemegang saham, dengan Nussantakit Sasiamorn dan Sawin Laosethakul menjadi pemegang saham terbesar.
Apa langkah Saiko berikutnya terhadap Saham NAYZ?
Setelah pengambilalihan 29,41% saham NAYZ, Saiko wajib menjalankan proses penawaran tender wajib. Penawaran tersebut akan dilaksanakan melalui SCG sebagai pihak yang ditunjuk Saiko.
Kewajiban tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Perubahan pengendali ini menjadi babak baru bagi NAYZ. Selain perubahan struktur kepemilikan, perhatian investor berikutnya akan tertuju pada langkah Saiko setelah mengambil alih kendali, termasuk strategi terhadap bisnis dan arah pengembangan perseroan.
Adapun transaksi yang telah diselesaikan pada 19 Agustus 2026 baru mencakup pengambilalihan 750 juta saham dari PT Asia Intrainvesta. Selanjutnya, mekanisme penawaran tender wajib akan menjadi bagian dari proses perubahan pengendalian NAYZ.
| Donasi Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan donasi sesuai keinginan. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun Donasi Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

