Isu Keamanan Akun Nasabah, Mirae (YP) Buka Suara Soal Verifikasi Internal
TheEconopost.com, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (kode broker: YP) menyatakan tengah melakukan verifikasi internal terkait laporan yang diajukan salah satu nasabah, sebagaimana kabar yang saat ini berkembang di publik. Perusahaan menegaskan bahwa keamanan dan perlindungan nasabah menjadi prioritas utama.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari akun perusahaan, Mirae menyebut telah mengetahui perhatian masyarakat atas adanya laporan ke polisi terkait akses rekening nasabah. Perusahaan menyebut menghargai berbagai masukan yang disampaikan. Mirae juga menelaah kemungkinan adanya akses pihak ketiga di luar kendali perusahaan yang dapat memengaruhi keamanan akun nasabah terkait.
“Untuk menjaga keamanan akun, kami mengimbau seluruh nasabah untuk tidak membagikan kata sandi, OTP, atau akses akun apa pun kepada pihak mana pun, termasuk orang terdekat, guna mencegah potensi penyalahgunaan oleh pihak tidak berwenang,” tulis perusahaan dalam pengumumannya, Minggu, 30 November 2025.
Sebagai pelaku industri pasar modal, Mirae Asset menegaskan bahwa mereka berkoordinasi aktif dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Self-Regulatory Organization (SRO), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan otoritas lain untuk memastikan setiap fakta diproses secara objektif, terukur, dan transparan.
Mirae Asset memastikan laporan tersebut tidak memengaruhi operasional bisnis. Seluruh layanan kepada nasabah disebut berjalan normal dan aman.
Terkait proses hukum yang berlangsung, perusahaan menyatakan menghormati hak nasabah yang melapor serta akan menjalankan seluruh ketentuan hukum yang berlaku. Di sisi lain, Mirae Asset menegaskan akan mempertahankan hak-hak hukumnya sesuai perundang-undangan.
Seperti diketahui, pada akhir pekan lalu investor atas nama Irman melaporkan dugaan tindak pidana akses ilegal pada akun investasi di Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Dia menyebut perubahan portofolio tanpa persetujuan menyebabkan kerugian Rp71 miliar. Dalam laporan nomor LP/B/583/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri itu disebut portofolio saham berkapitalisasi besar yang dimiliki hilang dan berubah menjadi saham-saham lapis dua, seperti FILM dan NAYZ.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami maka tunjukkan dukung itu dengan membeli berita ini dengan harga sesuai keinginan Anda. Cukup scan QR code yang tersedia lalu bayar sesuai keinginan. Terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. |

