HeadlineIHSG

RS Rajawali Bandung jadi Primaya Rajawali Hospital, Perkuat Layanan Kanker dan Jantung

TheEconopost.com, Primaya Hospital Group resmi membuka Primaya Rajawali Hospital. Ekspansi yang sekaligus menandai transformasi RS Rajawali menjadi fasilitas layanan kesehatan terintegrasi berbasis Center of Excellence (layanan unggulan) di Bandung.

Integrasi Primaya Group dalam rumah sakit ini memungkinkan penanganan pasien secara multidisiplin dengan standar klinis. Rumah sakit ini kini memiliki berbagai layanan seperti Oncology Center, Mother & Child Center dan Trauma Center, serta akan mengembangkan Heart & Vascular Center, Brain & Neuro Center, hingga Urology & Nephrology Center.

Berdasarkan data program inovasi kesehatan dan surveilans lokal, Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah kasus kanker terbesar di Indonesia, mencapai 156.977 kasus. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan tahun 2025 menunjukkan prevalensi penyakit jantung di Jawa Barat berada pada peringkat keempat tertinggi secara nasional.

Menjawab kebutuhan tersebut, Primaya Rajawali Hospital menghadirkan layanan unggulan melalui Oncology Center serta Heart & Vascular Center, dengan terapi seperti imunoterapi dan kemoterapi untuk penanganan kanker, serta layanan diagnostik dan penanganan penyakit jantung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan indeks kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan di Kota Bandung saat ini telah mencapai 85 persen.

“Kami berharap kehadiran Primaya Rajawali Hospital dapat membantu meningkatkan capaian tersebut. Kehadiran fasilitas kesehatan dengan layanan terintegrasi dan berbasis teknologi seperti ini diharapkan dapat memperluas akses layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat Bandung,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis, 16 April 2026.

CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali menyatakan transformasi rumah sakit ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan berkualitas dan inklusif di Jawa Barat, khususnya Bandung.

“Kami tidak hanya mengubah nama, tetapi mengembangkan rumah sakit berbasis layanan unggulan dengan peningkatan menyeluruh pada sistem layanan, teknologi, dan standar klinis, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan,” kata Leona.

Dari sisi fasilitas, Primaya Rajawali Hospital memiliki 20 poliklinik dengan kapasitas 102 tempat tidur, termasuk layanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, dan HCU. Layanan tersebut didukung oleh 36 dokter spesialis dan subspesialis serta teknologi medis modern, termasuk endoskopi, untuk mendukung diagnosis dan tindakan yang lebih presisi.

Direktur Primaya Rajawali Hospital, Budiyanto, mengatakan transformasi rumah sakit dilakukan secara menyeluruh, mencakup sistem layanan hingga pengalaman pasien.

“Kami mengimplementasikan digitalisasi melalui Electronic Medical Record, standardisasi clinical pathway berbasis evidence, serta penguatan budaya patient-centered care. Selain itu, kami juga menghadirkan aplikasi layanan kesehatan dan sistem rujukan internal antar jaringan, sehingga pasien dapat memperoleh second opinion tanpa perlu berpindah fasilitas,” ujarnya.

Selain penguatan layanan medis, rumah sakit ini juga membuka akses layanan bagi berbagai segmen masyarakat melalui kerja sama dengan perusahaan, asuransi, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com