HeadlineIHSG

PTBA Siapkan Aksi Korporasi, Dua Anak Usaha Merger

TheEconopost.com, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana menggabungkan dua anak usahanya di sektor energi, yakni PT Bukit Energi Servis Terpadu (BEST) dan PT Bukit Energi Investama (BEI). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyederhanaan struktur usaha di lingkungan holding pertambangan MIND ID sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan tata kelola perusahaan.

Dalam skema yang disiapkan, BEST akan menjadi entitas penerima penggabungan, sedangkan BEI akan melebur ke dalam perusahaan tersebut. Setelah proses merger rampung, seluruh aset, kewajiban, serta kegiatan usaha BEI akan beralih kepada BEST.

Perseroan menilai penggabungan kedua anak usaha tersebut diperlukan karena memiliki keterkaitan dan kesamaan aktivitas usaha di bidang energi. Melalui konsolidasi tersebut, PTBA berharap dapat mengurangi duplikasi fungsi, menekan biaya operasional, serta mempercepat proses pengambilan keputusan bisnis.

Selain efisiensi, penggabungan juga ditujukan untuk memperkuat konsolidasi sumber daya dan menyederhanakan struktur organisasi. Dengan struktur usaha yang lebih ringkas, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

“Penggabungan antara BEI dan BEST diharapkan dapat menjadikan perusahaan yang menerima penggabungan, yaitu BEST, menjadi lebih lincah, mempercepat proses konsolidasi, dan diharapkan memberikan nilai tambah yang maksimal bagi PTBA,” dikutip dari ringkasan rencana penggabungan, Sabtu, 30 Mei 2026.

Sebelum penggabungan, mayoritas saham BEST dimiliki BEI sebesar 99,62 persen, sedangkan sisanya dimiliki Yayasan Bukit Asam sebesar 0,38 persen. Adapun BEI dimiliki PTBA sebesar 99,60 persen dan Yayasan Bukit Asam sebesar 0,40 persen.

BEST selama ini menjalankan usaha jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), engineering, procurement and construction (EPC) energi, jasa penunjang pertambangan, serta perdagangan suku cadang dan peralatan. Sementara itu, BEI bergerak pada bidang investasi dan pengembangan bisnis energi.

Pada 2025, BEST mencatat produksi listrik sekitar 199,09 juta kilowatt hour (kWh) dan distribusi listrik sekitar 159,30 juta kWh. Perusahaan juga mengoperasikan tiga unit pembangkit listrik dan membukukan laba bersih tertinggi sejak berdiri.

Dalam pelaksanaan merger, hubungan kerja karyawan kedua perusahaan akan tetap dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai hasil penggabungan, karyawan BEI yang bersedia meneruskan hubungan kerja di BEST akan menjadi karyawan BEST dengan jenis hubungan kerja PKWTT atau PKW,” tertulis lebih dalam pengumuman.

Pemegang saham BEI juga akan memperoleh saham BEST berdasarkan rasio konversi yang telah ditetapkan dalam proses penggabungan.

PTBA menargetkan penggabungan tersebut dapat memperkuat fokus bisnis inti perusahaan sekaligus mendukung transformasi dan efisiensi usaha di lingkungan grup.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com