Tender Wajib Pinago Utama (PNGO), Siapa Marcus Chan dari AEG?
TheEconopost.com, PT Pinago Utama Tbk (PNGO) resmi memiliki pengendali baru setelah mayoritas saham perseroan beralih ke AEP Nusantara Holdings Limited. Perubahan ini menempatkan pengusaha asal Hong Kong, Marcus Chan Jau Chwen, sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet tersebut.
Perubahan pengendali merupakan salah satu aksi korporasi penting di pasar modal karena dapat memengaruhi arah strategi bisnis, tata kelola, hingga kewajiban yang harus dipenuhi kepada pemegang saham publik. Lalu, apa arti perubahan ini bagi investor?
Perubahan Pengendali Berujung Tender Wajib
AEP Nusantara Holdings Limited kini menguasai sebanyak 98,26% saham PT Pinago Utama Tbk, sementara sekitar 1,74% saham masih dimiliki masyarakat. Dengan komposisi tersebut, perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu menjadi pemegang saham pengendali baru.
Sesuai ketentuan POJK Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, perubahan pengendali mewajibkan pemegang saham pengendali baru melakukan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) kepada pemegang saham publik.
Dalam aksi korporasi ini, AEP Nusantara Holdings Limited menawarkan pembelian sebanyak-banyaknya 13.585.100 saham atau seluruh saham yang masih dimiliki publik dengan harga Rp3.584 per saham. Perusahaan juga menyatakan memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran dalam penawaran tender tersebut.
Tender wajib bertujuan memberikan kesempatan yang sama kepada investor publik untuk menjual sahamnya setelah terjadi perubahan pengendali. Investor bebas menentukan apakah akan menerima tawaran tersebut atau tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya.
Rantai Kepemilikan Hingga Marcus Chan
Pengambilalihan Pinago dilakukan melalui beberapa lapis perusahaan investasi.
Pada puncak struktur kepemilikan terdapat Marcus Chan Jau Chwen sebagai pemilik manfaat akhir. Marcus mengendalikan Genton International Limited, yang menjadi pemegang 52,60% saham AEP Plantations Pte. Selanjutnya, AEP Plantations Pte memiliki 100% saham AEP Nusantara Holdings Limited, yang kemudian menguasai 98,26% saham PT Pinago Utama Tbk.
Dokumen pengambilalihan juga menjelaskan bahwa Genton International Limited dimiliki sepenuhnya oleh Ampletree Enterprises Limited yang berbasis di British Virgin Islands. Namun, saham Ampletree masih menjadi bagian dari harta peninggalan mendiang ibu Marcus Chan dan proses pewarisannya di Malaysia masih berlangsung sehingga pengalihan hak hukumnya belum sepenuhnya selesai.
Siapa Marcus Chan?
Marcus Chan Jau Chwen saat ini menjabat sebagai Executive Director (Corporate Affairs) dalam grup AEP setelah sebelumnya menjadi direktur non-independen sejak Agustus 2022.
Dalam perannya, Marcus bertanggung jawab mengawasi transformasi bisnis perusahaan, memimpin inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG), memperkuat tata kelola perusahaan, serta membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan.
Marcus Chan Jau Chwen memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang pengembangan bisnis, investasi, pemasaran, dan pengelolaan perusahaan. Sejak Oktober 2024, ia menjabat sebagai Executive Director di Anglo-Eastern Plantations Plc yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sebelumnya, Marcus menghabiskan lebih dari delapan tahun sebagai Business Development Manager di Affiniti Malaysia pada periode Juli 2016 hingga Agustus 2024. Pada posisi tersebut, ia berfokus pada pengembangan bisnis dan ekspansi perusahaan.
Sebelum bergabung dengan Affiniti, Marcus menjabat sebagai Offline Marketing Manager di HappyFresh sepanjang 2015 hingga 2016. Ia juga pernah bekerja sebagai Associate di ZJ Advisory selama 2011 hingga 2015, dengan pengalaman di bidang konsultasi dan transaksi korporasi.
Di luar karier profesionalnya, Marcus merupakan pendiri sekaligus pemilik Easy Temptation Sdn Bhd yang dijalankannya pada 2009 hingga 2013.
Dari sisi pendidikan, Marcus meraih gelar Bachelor of Commerce dengan konsentrasi Marketing dari University of Melbourne pada 2005. Saat ini ia juga tengah menempuh program Master of Business Administration (MBA) di China Europe International Business School (CEIBS) sejak 2023.
Pinago Tetap Fokus pada Bisnis Perkebunan
PT Pinago Utama Tbk bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet beserta industri pendukungnya. Perseroan juga memiliki sejumlah anak usaha yang hampir seluruh sahamnya dimiliki secara langsung, yakni PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera, PT Hamparan Mutiara Hijau, dan PT Musi Andalan Sumatera, masing-masing dengan kepemilikan sebesar 99%.
Masuknya pengendali baru tidak serta-merta mengubah kegiatan usaha utama perseroan. Namun, perubahan kepemilikan mayoritas biasanya menjadi momentum bagi perusahaan untuk mengevaluasi strategi bisnis, memperkuat tata kelola, maupun membuka peluang ekspansi melalui dukungan pemegang saham baru.
