Rotasi Papan BEI 2026: Naik Kelas Bukan Sekadar Prestise, Turun Kasta jadi Alarm
TheEconopost.com, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan evaluasi berkala terhadap papan pencatatan emiten. Hasilnya, sebanyak 44 saham mengalami perpindahan kategori dalam evaluasi yang diumumkan bertanggal 20 Mei 2026. Sebanyak 26 emiten naik dari papan pengembangan ke papan utama, 16 emiten turun dari papan utama ke papan pengembangan, sementara dua emiten teknologi dipindahkan dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan.
Di balik perpindahan tersebut, terdapat pesan penting mengenai kualitas perusahaan terbuka dan persepsi investor terhadap emiten yang tercatat di pasar modal.
Bagi sebagian pelaku pasar, perpindahan papan mungkin hanya dipandang sebagai perubahan administrasi. Namun, bagi perusahaan terbuka, status papan pencatatan merupakan representasi dari kualitas fundamental, skala usaha, hingga tingkat kepatuhan terhadap ketentuan Bursa.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa persyaratan untuk masuk dan bertahan di papan utama lebih tinggi dibandingkan papan pengembangan maupun papan akselerasi.
Menurut Nyoman, status sebagai perusahaan tercatat di papan utama memiliki nilai strategis karena dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor. Selain itu, posisi tersebut juga membuka peluang yang lebih besar untuk masuk ke berbagai indeks saham yang menjadi acuan investor domestik maupun global.
“Status sebagai Perusahaan Tercatat di Papan Utama dapat meningkatkan reputasi perusahaan, memperluas basis investor, serta meningkatkan peluang untuk menjadi konstituen indeks saham tertentu, termasuk indeks yang menjadi acuan investor global,” kata Nyoman, dikutip Minggu, 31 Mei 2026.
Karena itu, mempertahankan status di papan utama menjadi kepentingan penting bagi emiten. Bukan hanya untuk menjaga citra perusahaan, tetapi juga untuk meningkatkan daya tarik investasi dan memperluas akses terhadap sumber pendanaan pasar modal.
Lebih jauh, keberadaan suatu perusahaan di papan utama menunjukkan bahwa emiten tersebut telah memenuhi standar yang lebih tinggi dari sisi fundamental usaha, kapitalisasi pasar, dan kepatuhan terhadap berbagai ketentuan Bursa.
Dalam perspektif investor, posisi di papan utama kerap dipandang sebagai indikator tingkat kematangan dan perkembangan suatu perusahaan. Status tersebut menjadi salah satu referensi awal yang digunakan investor untuk menilai kualitas emiten sebelum melakukan analisis yang lebih mendalam.
Evaluasi Dua Kali Setahun
Perpindahan papan bukanlah keputusan yang diambil secara insidental. Sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A, BEI memiliki kewenangan melakukan penilaian atas pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan perusahaan tercatat.
Dalam prosesnya, Bursa mengevaluasi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan dalam ketentuan pencatatan. Evaluasi dilakukan secara berkala dua kali dalam setahun, yakni setiap Mei dan November.
Mekanisme tersebut membuat status papan pencatatan menjadi dinamis. Emiten yang mampu meningkatkan kualitas kinerja dan memenuhi persyaratan dapat naik ke papan yang lebih tinggi. Sebaliknya, perusahaan yang tidak lagi memenuhi standar papan utama dapat diturunkan ke papan pengembangan.
Pada evaluasi terbaru, sejumlah nama besar berhasil naik ke papan utama. Di antaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), dan PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR).
Selain ketiga perusahaan tersebut, terdapat pula 23 emiten lain yang memperoleh status baru sebagai penghuni papan utama. Total terdapat 26 perusahaan yang berhasil naik kelas dari papan pengembangan.
Sebaliknya, 16 emiten harus turun dari papan utama ke papan pengembangan. Beberapa di antaranya adalah PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA), serta PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS).
Perpindahan tersebut tidak serta-merta menunjukkan kondisi bisnis perusahaan sedang memburuk. Namun, perubahan status mengindikasikan bahwa pada periode evaluasi tertentu perusahaan tidak lagi memenuhi seluruh persyaratan yang disyaratkan untuk tetap berada di papan utama.
Evaluasi kali ini juga menandai perubahan bagi dua emiten teknologi besar, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Keduanya dipindahkan dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan.
Papan ekonomi baru sendiri diperkenalkan BEI pada 2022 sebagai wadah bagi perusahaan berbasis teknologi dan ekonomi digital. Selain berfungsi sebagai sarana pencatatan, papan tersebut juga menjadi instrumen branding bagi emiten yang mengusung model bisnis ekonomi baru.
Perpindahan GOTO dan BELI ke papan pengembangan menunjukkan adanya penyesuaian klasifikasi dalam sistem pencatatan Bursa. Meski demikian, kedua perusahaan tetap berstatus perusahaan tercatat dan diperdagangkan di pasar reguler.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami maka tunjukkan dukung itu dengan membeli berita ini dengan harga sesuai keinginan Anda. Cukup scan QR code yang tersedia lalu bayar sesuai keinginan. Terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. |

