HeadlineIHSGMarket Maker

Market Maker (IHSG) Sepekan: Asing Borong Rp 3,1 Triliun, BBCA Jadi Pilihan – MCOL Paling Cuan

Tempias.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan (25-29 Oktober 2021) ditutup melemah 0,79 persen. 

Data mingguan Bursa Efek Indonesia yang dikutip Minggu, 31 Oktober 2021 mencatat saat IHSG turun ke level 6.591,34, tiga indeks sektoral masih mampu menopang indeks sehingga tidak jatuh terlalu dalam dengan bergerak di zona hijau. 

Indeks sektoral yang menguat itu secara berurutan adalah IDXTechno menguat 4,87 persen, IDXHealth melonjak 3,75 persen dan IDXCyclic bergerak tipis dengan menguat 0,09 persen. 

 

BACA JUGA: Simak Prospek dan Bidang Usaha WMPP, MTEL, Hingga BINO

 

Sedangkan pemberat terbesar IHSG sepekan adalah IDXNonCyclic yang anjlok -3,79 persen. Pemberat berikutnya adalah emiten dari sektor transportasi dan logistik (IDXTrans) yang anjlok -1,44 persen dan IDXProperty turun -1,26 persen.

Selanjutnya pelemahan mingguan secara berurutan adalah IDXIndust (-0,78 persen), IDXFinance (-0,78 persen), IDXInfra (-0,45 persen), IDXBasic (-0,37 persen) dan IDXEnergy (0,07 persen). 

Saat IHSG melemah, investor asing masih melanjutkan pembelian saham-saham di Bursa Efek Indonesia sehingga membukukan net buy sebesar Rp 3,1 triliun. 

Perinciannya, investor asing belanja Rp 22,38 triliun dan melakukan penjualan dengan nilai Rp 19,18 triliun. 

Investor asing terlihat getol memborong saham dalam daftar saham blue chip seperti BBCA, BBNI, BMRI KLBF dan PGAS. Selanjutnya asing sepekan terakhir memborong MDKA, BBTN, ICBP, MTDL dan CTRA. Dari 10 emiten ini, hanya MTDL dan KLBF dalam sepekan terakhir harga zamannya naik Lainnya bergerak turun dengan pelemahan sepekan terbesar terjadi pada BBNI disusul CTRA. 

Bursa Efek Indonesia merilis, emiten yang paling cuan sepekan adalah PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (IDX: MCOL) yag melonjak 54,70 persen ke level Rp 2.800. 

Selanjutnya harga saham yang melonjak tertinggi kedua adalah PT Gunung Raja Paksi Tbk. (IDX: GGRP) yang naik 47,49 persen menjadi Rp705. 

Perusahaan tekstil PT Trisula International Tbk. (IDX: TRIS) berada pada peringkat ketiga dengan kenaikan 42,03 persen ke Rp 196. 

Di bawahnya ada PT Mitra Investindo Tbk. (IDX: MITI), PT KDB Tifa Finance Tbk. (IDX: TIFA) yang harga sahamnya melonjak 38,10 persen dan 34,34 persen.

Perusahaan yang baru saja di caplok kongsi Agung Sedayu dan petinggi Salim Group, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk. (IDX: PANI) menyusul setelahnya dengan kenaikan 32,34 persen. 

Selanjutnya secara berurutan 10 Top gainers IHSG sepekan adalah POLU (31,58 persen), CASH (30,89 persen), LUCK (30,63 persen), dan FREN (30,12 persen). 

 

Top Losers Sepekan

Emiten yang paling tertekan pada pekan terakhir Oktober 2021 ini dipimpin oleh PT Steady Safe Tbk. (IDX: SAFE) yang anjlok 28,75 persen ke level Rp228. 

Saham emiten infrastruktur Grup MNC yakni PT Indonesia Transport & Infrastruktur Tbk. (IATA) menyusul jadi paling boncos sepekan dengan turun 27,86 persen ke level Rp 57. Selanjutnya adalah saham PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (IDX: BCIC) yang anjlok 25 persen. 

Menyusul di belakangnya adalah DIGI(-21,95 persen), PTIS (-20,83 persen), ROCK (-18,44 persen), DART (-16,55 persen), MREI (-15,13 persen), TECH (-15,03 persen), dan GPSO (-14,52 persen).

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com