PIK 2 (PANI) Hingga CSIS Tunda Jadwal Rights Issue, Diadang Restu OJK
TheEconopost.com, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menunda jadwal pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III. Penyesuaian ini dilakukan karena perseroan masih menunggu diterbitkannya Surat Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sekretaris Perusahaan PANI Chisty Grasella menjelaskan penundaan tersebut berdampak pada seluruh rangkaian jadwal Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik.
Dia menjelaskan perubahan jadwal dilakukan karena Perseroan masih menunggu diterbitkannya Surat Pernyataan Efektif dari OJK atas Pernyataan Pendaftaran PMHMETD III.
Ia merujuk pada dokumen Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran PUT III No. 192/PIK2-PANI/OJK/CORSEC/X/2025 serta Keterbukaan Informasi Korporasi No. 199/PIK2-PANI/SPE/CORSEC/X/2025 yang disampaikan pada 13 Oktober 2025.
Menurut Chisty, tahapan dan tanggal pelaksanaan PMHMETD III akan disesuaikan kembali setelah perseroan menerima pernyataan efektif tersebut.
“Perseroan akan mengumumkan jadwal PMHMETD yang terbaru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta menyampaikan keterbukaan informasi selengkapnya apabila terdapat perkembangan lebih lanjut,” katanya dalam keterbukaan informasi bertanggal 25 November 2025.
Dalam rencana awal yang ditetapkan perusahaan, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI/PIK2) menetapkan harga rights issue III sebesar Rp 15.000 per saham, lebih tinggi dari harga penutupan sebelumnya Rp 13.600. Perseroan akan menerbitkan 1,115 miliar saham baru atau 6,19% dari modal disetor, dengan potensi dana maksimal Rp 16,73 triliun.
Dalam prospektus, pemegang 119.169 saham berhak memperoleh 7.864 HMETD. Perdagangan HMETD berlangsung 1–5 Desember 2025, dengan cum date 25 November, ex date 26 November, dan recording date 27 November 2025. Pemegang saham yang tidak menebus HMETD dapat terdilusi hingga 6,19%.
Pemegang saham mayoritas, PT Multi Artha Pratama (MAP) yang menguasai 87,78% saham, berkomitmen menebus sekitar 979 juta HMETD, sebagian di antaranya berpotensi dialihkan ke publik.
Dana sekitar Rp 16,1 triliun dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk menambah kepemilikan PANI di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menjadi 90%, ditambah penyertaan modal ke tiga anak usaha: CISN, KUS, dan PET.
PANI berencana membeli 44,10% saham CBDK dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya, dengan nilai transaksi yang bisa mencapai Rp 16,37 triliun berdasarkan harga penutupan saham CBDK.
Sehingga jika rights issue terlaksana, jumlah saham beredar meningkat menjadi 18,02 miliar, dengan struktur kepemilikan tetap didominasi MAP 87,78%, sementara publik 12,22%.
Kendala serupa juga disampaikan oleh manajemen perusahaan tambang PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS). Tjoea Aubintoro, Direktur Utama CSIS menyebut restu OJK menjadi alasan ditundanya pelaksanaan right issue.
“Perusahaan akan mengumumkan jadwal PMHMETD yang terbaru, …, apabila terdapat perkembangan lebih lanjut,” katanya.
Dalam rancangan awal, CSIS berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan hingga 522,8 juta saham baru bernilai nominal Rp100 atau 28,57 persen dari modal setelah PM-HMETD I, dengan harga pelaksanaan Rp380 per saham sehingga berpotensi menghimpun dana maksimal Rp198,66 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri Cikembar sebesar Rp93 miliar, pembangunan infrastruktur di Bukit Penenjoan Rp10 miliar, pembangunan gudang di Kawasan Industri Sentul Rp7 miliar, serta pembebasan lahan. Namun, rencana ini tertunda karena perseroan belum memperoleh pernyataan efektif dari OJK, yang sebelumnya ditargetkan terbit pada 17 November 2025, disusul pendistribusian HMETD pada 28 November dan pencatatan HMETD di BEI pada 1 Desember 2025.
HMETD lainn yang seharusnya sudah dimulai adalah aksi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET). Kabar menyebut kendala serupa dialami perusahaan. Meski demikian, INET hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi melalui keterbukaan.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami maka tunjukkan dukung itu dengan membeli berita ini dengan harga sesuai keinginan Anda. Cukup scan QR code yang tersedia lalu bayar sesuai keinginan. Terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. |

