Finance

Tips Mengelola Keuangan Pribadi yang Tetap Relevan Sepanjang Waktu

TheEconopost.com, Dalam kegiatan Kuliah Umum Edukasi Keuangan Pribadi yang diselenggarakan PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Ikatan Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (IA-SBM ITB), sejumlah prinsip dasar literasi keuangan dipaparkan kepada mahasiswa sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja. Materi tersebut dirangkum dalam Pengenalan Modul Bijak Keuangan (Mojang) Easycash, yang berisi panduan praktis untuk mengatur keuangan sehari-hari.

Modul tersebut mencakup piramida perencanaan keuangan, metode budgeting 50-30-20, cara membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya menjaga reputasi kredit. Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi pengelolaan keuangan yang relevan untuk siapa pun, terutama generasi muda yang mulai mandiri secara finansial.

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan perlu dilakukan dengan bijak di tengah kondisi hidup yang dinamis. Kenaikan biaya hidup, sementara pendapatan tidak selalu meningkat secara sepadan, membuat prioritas pengeluaran menjadi kunci penting.

“Kita perlu bijak dalam menentukan pengeluaran apa yang harus kita lakukan. Karena dengan adanya inflasi, kebutuhan hidup akan selalu naik, sementara peningkatan pendapatan tidak secepat peningkatan biaya,” ujar Wildan dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 November 2025.

Menurut Wildan, tujuan pengaturan keuangan bukan sekadar berhemat, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi situasi tak terduga serta menjaga masa depan finansial tetap sehat. Ia menambahkan, ketidakpastian seperti sakit, kecelakaan, atau situasi darurat lain menjadi alasan kuat perlunya asuransi dan dana darurat.

Wildan membagikan tiga langkah sederhana untuk mulai menerapkan perencanaan keuangan. Pertama, mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran untuk memahami kondisi keuangan secara nyata. Kedua, menerapkan metode penganggaran 50:30:20, yaitu 50 persen untuk kebutuhan dasar, 30 persen untuk keinginan atau cicilan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi. Ketiga, membiasakan diri membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar pengeluaran tetap terkendali.

Selain kemampuan mengatur uang, peserta juga diingatkan tentang pentingnya keamanan digital. Penipuan daring semakin canggih, termasuk dengan memanfaatkan aplikasi yang tidak resmi. Pengguna diminta untuk tidak mengunduh aplikasi di luar toko aplikasi resmi dan mewaspadai permintaan akses yang berlebihan seperti kontak atau galeri. Hal ini dapat menjadi indikasi layanan ilegal atau penipuan.

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur berurusan dengan pinjaman online ilegal, langkah cepat yang disarankan adalah melapor ke OJK atau Indonesia Anti Scam Centre (IASC), menghapus aplikasi, mengganti kata sandi perangkat, serta menyimpan bukti layanan ilegal tersebut. Masyarakat juga bisa menghubungi Kontak OJK.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com