Tiara Energi Akusisi Cahaya Anugerah Pertiwi (Brew Me Tea)
TheEconopost.com, PT Tiara Energi Harapan berencana menyertakan modal di PT Cahaya Anugerah Pertiwi yang berpotensi mengubah kepemilikan saham mayoritas dan/atau pengendali perusahaan tersebut. Rencana itu diumumkan pada 10 Oktober 2026 sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Dalam pengumuman resmi yang ditandatangani direksi kedua perusahaan, PT Tiara Energi Harapan menyatakan rencana penyertaan modal tersebut dapat mengakibatkan perubahan kepemilikan saham mayoritas dan/atau pengendali PT Cahaya Anugerah Pertiwi.
Pengumuman itu merujuk pada Pasal 127 ayat (2) dan ayat (8) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Perseroan juga membuka kesempatan bagi pihak yang berkepentingan, termasuk kreditor, untuk mengajukan keberatan atas rencana tersebut. Sesuai dengan Pasal 127 ayat (4) undang-undang yang sama, keberatan dapat disampaikan kepada direksi PT Cahaya Anugerah Pertiwi paling lambat 14 hari setelah tanggal pengumuman.
PT Cahaya Anugerah Pertiwi beralamat di Jalan Bypass Ngurah Rai Nomor 482, Sanur, Denpasar Selatan, Bali. Sementara itu, PT Tiara Energi Harapan berkantor di Trinity Tower Lantai 15, Jalan HR Rasuna Said Kavling C-22 Blok IIB, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Pengumuman tersebut menjadi pemberitahuan resmi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk kreditor, karyawan, dan pihak terkait lainnya.
Namun, pengumuman itu belum memerinci nilai penyertaan modal, persentase saham yang akan diambil alih, ataupun jadwal penyelesaian transaksi. Dengan demikian, perubahan kepemilikan pengendali masih berupa rencana yang diumumkan perusahaan.
Mengenal Brew Me Tea
Sementara diliat dari laman resmi perusahaan, Brew Me Tea merupakan merek teh artisan asal Bali. Perusahaan mengembangkan bisnis teh premium dengan mengandalkan perkebunan sendiri seluas 50 hektar di Kabupaten Tabanan, Bali. Melalui model usaha dari perkebunan hingga produk siap seduh, perusahaan mengembangkan beragam jenis teh untuk pasar domestik dan internasional.
Brew Me Tea lewat Cahaya Anugerah Pertiwi dirintis berdasarkan visi pengusaha Bali, Ir. Ketut Gede Yudantara, dan dikembangkan oleh pendiri sekaligus formulator rasa, Yudia Ayu.
Perkebunan teh perusahaan berada di kawasan Desa Angseri dan Mayungan, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Bahan baku dari perkebunan tersebut digunakan untuk menghasilkan beragam produk, mulai dari teh hitam, teh hijau, dan oolong hingga jenis teh premium seperti white peony, silver needle, dan matcha.
Dalam proses produksinya, Brew Me Tea menerapkan pemetikan daun teh secara manual untuk menjaga kualitas bahan baku. Perusahaan juga membudidayakan tanaman teh dengan metode organik dan nonorganik.
Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa teh murni, tetapi juga racikan yang memadukan teh dengan bahan alami, seperti herbal, bunga, dan buah kering. Sejumlah variannya antara lain Royal Earl Grey, English Breakfast, Oriental Green, Jasmine Green, Minty Breeze, Chamomile, dan Tropical Mango.
Brew Me Tea juga menawarkan racikan tematik, seperti La Vie En Rose, Morning Shine, dan Cold Relief. Produk dipasarkan dalam berbagai kemasan, termasuk kotak berisi 15 kantong teh dan kaleng untuk varian tertentu.
Selain pengembangan produk, perusahaan mengusung konsep ramah lingkungan melalui penggunaan kantong teh dan bahan kemasan luar yang dapat didaur ulang. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik dalam pengemasan produk.
Dari sisi distribusi, Brew Me Tea menyasar pasar ritel dan sektor hotel, restoran, serta kafe (horeka). Produk merek tersebut juga dipasarkan ke sejumlah pasar internasional, antara lain Singapura, Hong Kong, Los Angeles, dan Paris.
Di pasar domestik, konsumen dapat memperoleh produk Brew Me Tea melalui kanal penjualan daring, termasuk Tokopedia, serta platform perdagangan elektronik lainnya.
