Saham BNI, Crazy Rich Winarno Tjajadi dan BPJS Ketenagakerjaan Berpacu jadi Pemegang Saham Terbesar
Crazy rich Sidoarjo, Winarno Tjajadi dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan berpacu dalam ranking 20 pemegang saham terbesar PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. (BBNI).
Winarno adalah pewaris kerajaan sawit Best Agro. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan publik yang mengelola pensiun maupun tabungan hari tua pekerja.
Dalam laporan tahunan BNI yang dikutip Minggu, 11 Februari 2024, Winarno meningkatkan kepemilikan di saham BNI dari 250 juta lembar menjadi 678 juta lembar atau dari 1,34% menjadi 1,82%.
Sebagai pengingat, kecilnya penambahan persentase kepemilikan Winarno karena BNI melakukan pemecahan nilai saham pada Oktober 2023 dengan rasio 1:2. Dengan rasio ini, saham Winarno naik menjadi 500 juta lembar. Artinya selisih penambahan merupakan belanja sepanjang 2023.
BACA JUGA : Saham BRI jadi Pilihan Asing, Inilah 20 Pemegang Saham Terbesar 2023
Sementara itu, program JHT BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan kepemilikan saham BNI dari 3,1% menjadi 3,15% atau dari 578,85 juta lembar menjadi 1,17 miliar lembar setelah stock split.
BPJS Ketenagakerjaan juga menempatkan dana dari program Jaminan Pensiun (JP) sebagai salah satu dari 20 pemegang saham BNI terbesar pada 2022. Meski demikian, jumlahnya terpantau menurun dari 0,55% menjadi 0,52%.
Nama Suwantara Gotama, AXA Mandiri Financial Services, serta Prudential Life yang sempat menjadi 20 pemegang saham terbesar di BNI, pada akhir 2023 tidak lagi tercantum.
Nama yang tersisa didominasi oleh investor asing seperti Vanguard, SFW Norwegia, hingga SWF Singapura. (Lihat tabel di bawah)
