HeadlineSosok

Profil Philmon S. Tanuri, Direktur Utama Trimegah (IDX: TRIM) Pilihan Boy Thohir

Philmon Samuel Tanuri resmi menjadi Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (IDX: TRIM) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan Rabu, 27 Juli 2022. 

Bersamaan dengan pengangkatan Philmon Samuel Tanuri, pemegang saham TRIM juga mengangkat Edy Sugito sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. 

Perubahan manajemen ini seiring masuknya Boy Thohir (34,64 persen) sebagai pengendali. Pemegang saham lain TRIM adalah Philmon Samuel Tanuri (9,72 persen), Union Sampoerna (8,29 persen). Sedangkan masyarakat masyarakat memiliki 47,33 persen. 

Lalu siapakah Philmon Samuel Tanuri yang dipercaya jadi Direktur Utama TRIM? Philmon merupakan putra konglomerat Pieter Tanuri. Trimegah sendiri adalah sekuritas yang turut dibidani oleh Pieter (1990) dan menjadi direktur hingga 2004. Dia kemudian menjadi komisaris hingga 2007.     

Keduanya pernah muncul bersama saat hendak melakukan injeksi modal ke PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (IDX: UVCR).

 

BACA JUGA: Pemilik Adaro (IDX: ADRO) & Adaro Minerals (IDX: ADMR), Keluarga Thohir Hingga Triputra

 

Dalam laman profil perusahaan, Philmon disebutkan berusia 27 tahun atau kelahiran 1995. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di University of California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 2017. 

Sebelum bergabung dalam perusahaan keluarganya, Philmon terlebih dahulu bekaris di Bain & Company Management Consulting Firm (2017 – 2019). 

Selepas bergabung dengan lembaga think tank global itu selama 2 tahun, Philmon kembali ke Indonesia dengan bergabung ke yayasan yang didirikan ibunya Veronica Colondam, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Jabatan terakhir Philmon di perusahaan ini adalah Head of Impact Investment PT Modal Ventura YCAB. Jabatan yang sama dengan adik perempuannya Adelle Odelia Tanuri.

 

BACA JUGA: Sah, OJK Restui Keluarga Thohir Kendalikan WOM Finance (IDX: WOMF)

 

Selain berkiprah di YCAB, Philmon juga pernah menjabat sebagai Komisaris di PT Pedagang Aset Kripto (2021 – 2022). Sedangkan sebelum resmi menjadi Direktur Utama TRIM, Philmon terlebih dahulu didapuk sebagai advisor pada Mei 2022.

 

TRIM Incar Ritel

Saat serah terima jabatan Direktur Utama, Philmon mengatakan akan terus mengembangkan inovasi dan memperkuat kehadiran TRIM terutama di segmen ritel melalui strategi digitalisasi. 

“Kemampuan Trimegah sebagai sebuah group melewati situasi sulit akibat pandemi Covid-19 dengan kinerja yang memuaskan membuktikan kemampuan dan totalitas manajemen dan seluruh tim,” jelas Philmon. 

Sepanjang 2021 lalu, TRIM mencatatkan total pendapatan usaha sebesar Rp 461,2 miliar, meningkat 8,8 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp 424,0 miliar. Dari peningkatan pendapatan meraih laba bersih sebesar Rp 51,9 miliar atau mengalami peningkatan 81 persen dibandingkan periode 2020 sebesar Rp 28,3 miliar.

Dalam periode ini, nilai perdagangan saham harian rata-rata (ADTV) yang dibukukan Equity Trading Trimegah naik dari Rp 283,5 miliar pada 2020 menjadi Rp 411,5 miliar pada tahun 2021. Kenaikan transaksi itu didorong oleh segmen ritel dan digital yang mencatat ADTV Rp200 miliar di tahun 2021, meningkat dari Rp 140 miliar pada tahun sebelumnya.

 

BACA JUGA: Rally Saham Trimegah (IDX: TRIM) & Masuknya Boy Thohir, Patrick Waluyo Untung Berapa?

 

Untuk bisnis pengelolaan dana, dana kelolaan anak usaha Perseroan yaitu PT Trimegah Asset Management per akhir 2021 mencapai Rp 26,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 51 persen dari Rp 17,7 triliun di akhir tahun 2020. Pertumbuhan dana kelolaan Trimegah Asset Manajemen tersebut jauh di atas pertumbuhan industri reksa dana sebesar 1,1 persen.

Sementara hingga Maret 2022, nilai perdagangan saham harian rata-rata pada kuartal I 2022 mencapai Rp 517,5 miliar, tumbuh 12,3 persen dari Rp 460,8 miliar pada periode yang sama di 2021. Dana kelolaan Trimegah Asset Manajemen pada akhir kuartal I 2022 mencapai Rp 27,5 triliun tumbuh sekitar 87,1 persen dari Rp 14,7 triliun pada akhir kuartal I 2021.

Dalam kinerja keuangan, pendapatan usaha dan laba periode berjalan secara konsolidasian kuartal I 2022 masing-masing tercatat Rp 137,8 miliar dan Rp22,0 miliar, atau tumbuh 7,8 persen dan 13,6 persen dari Rp 127,8 miliar dan Rp 19,4 miliar pada periode yang sama di tahun 2021. (Ira Guslina)

Putra

Editor In Chief https://www.theeconopost.com/ Hubungi saya di redaksi@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com