Sosok

Profil Eddy Alfian yang Kembali Berduet dengan Benny Waworuntu di Indonesia Re

TheEconopost.com, Posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re disebut akan diisi Eddy Alfian. Kabar tersebut muncul dari unggahan PT Krida Upaya Tunggal, perusahaan pialang tempat Eddy sebelumnya menjabat sebagai presiden direktur.

Dalam unggahan yang dikutip pada Sabtu (8/8/2026), Krida Upaya Tunggal menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang diterima Eddy sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Indonesia Re.

“Selamat dan sukses atas amanah barunya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Bapak Eddy Alfian. Terima kasih atas pengabdian dan kerja nyata dalam memimpin, melayani, serta membangun Krida Upaya Tunggal dengan penuh integritas,” tulis perusahaan tersebut.

Kabar tersebut sekaligus mempertemukan kembali Eddy dengan Benny Waworuntu, yang saat ini menjabat Presiden Direktur Indonesia Re.

Keduanya sebelumnya pernah bekerja bersama di PT AXA General Insurance. Berdasarkan profil profesional Eddy, Benny menjabat sebagai Direktur Kepatuhan AXA General Insurance pada 2019-2021, sedangkan Eddy menjabat sebagai Direktur Pemasaran pada periode 2018-2022.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari rekam jejak Eddy di industri jasa keuangan sebelum kembali ke lingkungan perusahaan milik negara.

Sebelum memimpin Krida Upaya Tunggal, Eddy tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia pada 2016-2018.

Karier Eddy di sektor keuangan juga cukup panjang. Ia pernah berkarier di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai Vice President Corporate Banking pada 1999-2015. Sebelumnya, Eddy menjabat sebagai Head of Project Finance di PT Bank Pembangunan Indonesia pada 1996-1999.

Dengan demikian, pengalaman Eddy mencakup sejumlah bidang, mulai dari perbankan korporasi dan pembiayaan proyek, pemasaran asuransi jiwa dan umum, hingga kepemimpinan perusahaan pialang.

Penempatan Eddy di posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Indonesia Re menambah pengalaman di bidang keuangan dan manajemen risiko dalam jajaran manajemen perusahaan reasuransi tersebut.

Indonesia Re merupakan perusahaan reasuransi milik negara yang memiliki peran penting dalam industri perasuransian nasional. Posisi keuangan dan manajemen risiko menjadi strategis karena perusahaan reasuransi tidak hanya mengelola risiko yang dialihkan perusahaan asuransi, tetapi juga harus menjaga kemampuan membayar kewajiban serta kecukupan modal.

Dari sisi aset, Indonesia Re mencatat penyusutan neraca meskipun profitabilitas dan ekuitas membaik pada 2025. Total aset konsolidasi pada 2025 turun menjadi Rp12,52 triliun, dari Rp13,18 triliun pada 2024 atau berkurang sekitar 5 persen. Pada entitas induk, aset juga menyusut 5,64 persen menjadi Rp10,28 triliun.

Penurunan aset tersebut terutama terjadi ketika nilai investasi justru meningkat. Investasi konsolidasi naik 6,95 persen menjadi Rp7,44 triliun, sedangkan pada entitas induk tumbuh 6,91 persen menjadi Rp6,61 triliun. Selain itu, aset kontrak reasuransi konsolidasi meningkat 19,53 persen menjadi Rp1,95 triliun. Di tengah penyusutan total aset, ekuitas Indonesia Re tumbuh 18,47 persen menjadi Rp1,21 triliun, mencerminkan penguatan posisi permodalan seiring lonjakan laba. Indonesia Re membukukan laba setelah pajak sebesar Rp176,96 miliar pada 2025, melonjak 544,42% dibandingkan laba Rp27,46 miliar pada 2024.

Dari sisi kesehatan keuangan, rasio solvabilitas mencapai 133,38 persen, naik dari 132,83 persen pada 2024 dan di atas batas minimum OJK sebesar 120 persen.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com