Penjualan Motor 2021 Tembus 5 Juta Unit, Segini Bagian Pembiayaan FIF Astra
Tempias.com, JAKARTA – PT Federal International Finance (FIF), perusahaan pembiayaan dalam konglomerasi PT Astra International Tbk. (IDX: ASII) mengumumkan total pembiayaan yang dikucurkan sepanjang 2021 amount finance (AF) mencapai Rp 31,83 triliun. Naik 5,7 dibandingkan periode yang saham pada 2020 senilai Rp 30,11 triliun.
Jumlah pembiayaan itu jika dilihat dari unit pembiayaan mencapai 2,62 juta kontrak. Meningkat 0,4 persen dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai 2,61 juta unit.
Meski secara bisnis tumbuh satu digit, laba bersih FIF Group melonjak 65,8 persen menjadi Rp 2,47 triliun. Bandingkan dengan periode 2020 yang hanya mencapai Rp 1,49 triliun. Perolehan laba itu mendekati periode sebelum pandemi atau 2019 yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,57 triliun.
Margono Tanuwijaya, Presiden Direktur FIF mengatakan bahwa keberhasilan yang dicapai oleh perusahaan pada 2021 didukung strategi yang diimplementasikan dalam menghadapi pandemi sejak bulan Maret 2020 di Indonesia.
“Terdapat tiga strategi penting yang mempengaruhi peningkatan laba bersih PT FIF, yaitu pengendalian biaya mengingat kondisi ekonomi yang masih belum stabil. Selain itu, kami tetap melakukan investasi yang memiliki dampak jangka panjang, sehingga dapat meningkatkan competitive advantage,” ungkap Margono Tanuwijaya dalam keterangan tertulisnya, Senin, 28 Februari 2022.
BACA JUGA: Mengintip Transformasi Digital ala Astra Financial
Sedangkan strategi ketiga adalah melakukan pengelolaan sisi risiko manajemen. Langkah itu diimplementasikan dengan perbaikan kualitas atas akuisisi kontrak baru dengan mengimplementasikan sistem smart acquisition yang terus dikembangkan.
“Dalam menghadapi sejumlah tantangan yang ada pada 2021, strategi penting yang juga diterapkan perusahaan adalah dengan memperkuat dan mempercepat kolaborasi di internal perusahaan dan juga dengan Astra Value Chain, di samping mengoptimalkan sistem dan infrastruktur untuk mempercepat digitalisasi, dan mengintegrasikan online dan offline channel di perusahaan, yang meliputi 243 cabang dan ribuan network PT FIF yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Pada 2021 lalu, FIF melaporkan tingkat kredit bermasalah atau yang lebih dikenal dengan Non-Performing Financing (NPF) berada pada angka 0,9 persen. Jauh di atas ketetapan OJK, yang memberi ruang kredit macet perusahaan pembiayaan maksimal 5 persen.
Menurut ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan pembiayaan dengan NPF di bawah 1 persen dikategorikan perusahaan yang sehat. Capaian NPF pada 2021 ini juga menjadi kunci membalik keadaan karena pada 2020 lalu, NPF FIF mencapai 1,5 persen
Dengan pemulihan laba itu, maka aset FIF membukukan peningkatan menjadi Rp 32,65 triliun atau naik sebesar 0,2 persen dibanding periode 2020 sebesar Rp 32,59 triliun.
Kontribusi Lini Bisnis FIF
lebih lanjut disebutkan, pemulihan laba perusahaan pembiayaan dalam sayap keuangan ASII ini bersumber dari 4 lini bisnis utama. Lini itu meliputi FIF Astra dengan bisnis pembiayaan sepeda motor baru Honda, DanaAstra yang menyasar pembiayaan multiguna, Spektra dengan jasa pembiayaan multiproduk, dan Amitra dengan fokus jasa pembiayaan syariah.
FIFAstra dan Dana Astra menjadi penggerak utama bisnis perusahaan. Ini Seiring dengan meningkatnya permintaan sepeda motor di masyarakat. Mengacu data yang disampaikan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada 2021 terjadi pertumbuhan 38 persen pada penjualan sepeda motor. Atau menjadi 5,05 juta unit.
Dari jumlah sepeda motor yang dilepas ke masyarakat itu, sebanyak 3,92 juta unit merupakan sepeda motor Honda yang menjadi pasar utama FIF.
Perinciannya, kinerja lini motor baru Honda ini di FIF secara amount finance (AF), mencapai Rp 21,2 triliun, atau meningkat 10 persen dibanding 2020 sebesar Rp 19,29 triliun. Jumlah bisnis ini sekaligus kontributor utama pembiayaan FIF pada 2021 atau setara 66,6 persen.
“Dari sisi jumlah unit, lini bisnis FIFASTRA melakukan pembiayaan sepeda motor baru Honda pada tahun 2021 sebanyak 1,23 juta unit, atau naik sebesar 13,5 persen dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai 1,08 juta unit,” tulis manajemen FIF dalam keterangannya.
Bisnis selanjutnya yakni pembiayaan kembali kendaraan untuk multi guna melalui Dana Astra yang berhasil melakukan pembiayaan Rp 9,84 triliun, naik sebesar 3,5 persen dibanding 2020 sebesar Rp 9,51 triliun. Cakupan ini setara 1,28 juta unit kendaraan, atau turun -1,5 persen dibanding tahun 2020, yang mencapai 1,30 juta unit.
Selain bisnis, Margiono juga menekankan FIF turut serta dalam memberi dukungan kepada masyarakat melalui dukungan pemulihan perekonomian melalui tanggung jawab sosial perusahaan.
“Pada 2021, FIF menyalurkan dana untuk kegiatan program tanggung jawab sosial perusahaan total secara keseluruhan sebesar Rp 20,94 miliar.” (Ira Guslina)
