NexAI (MGLV) Ambil Alih Saham Nextier Askara Center dan Nextier GenAl Center
TheEconopost.com, PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) resmi mengambil alih saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAl Center (NGC), perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur pusat data. Perubahan pemegang saham NAC dan NGC tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum Republik Indonesia pada 9 September 2026.
Berdasarkan pengumuman Direksi NAC pada 25 September 2026, perubahan data perseroan telah diterima dan dicatat Kementerian Hukum melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0401493 serta Daftar Perseroan No. AHU-0230841.AH.01.11.Tahun 2026 dan No. AHU-AH.01.09-0401489 tanggal 9 September 2026, serta telah dicatat dalam Daftar Perseroan No. AHU-0230828.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal 9 September 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Pasal 133 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah, antara lain, melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
Sebelumnya, MGLV telah menyelesaikan pengambilalihan saham NAC dan NGC sebagai bagian dari perubahan fokus bisnis perseroan ke sektor infrastruktur digital dan pusat data. Dalam keterbukaan informasi, MGLV disebut mengambil alih saham NAC dan PT Nextier GenAi Center (NGC) dari PT Nextier Datamate Center.
Setelah transaksi tersebut, NAC menjadi anak usaha MGLV. Pada 17 September 2026, MGLV kembali menambah modal NAC sebesar Rp49 miliar melalui penerbitan 49.000 saham baru dengan nilai nominal Rp1 juta per saham.
Penyertaan modal tersebut meningkatkan kepemilikan MGLV di NAC dari 99,90 persen menjadi 99,99 persen. Sementara itu, kepemilikan Glenn Sugita turun secara persentase dari 0,10 persen menjadi 0,01 persen, dengan jumlah saham yang dimilikinya tetap satu saham.
NAC saat ini mengembangkan fasilitas pusat data di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Anak usaha MGLV tersebut memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan nilai maksimal Rp4,12 triliun.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari total pembiayaan Rp10,75 triliun yang diperoleh dua anak usaha MGLV dari BNI. Selain NAC, NGC memperoleh fasilitas pinjaman maksimal Rp6,63 triliun. MGLV memberikan jaminan perusahaan atau corporate guarantee atas fasilitas kedua anak usahanya tersebut.
Dana pinjaman NAC digunakan untuk mengambil alih pusat data di kawasan Jababeka sekaligus mendukung ekspansi kapasitas. Kapasitas fasilitas tersebut ditargetkan meningkat dari 6 megawatt (MW) menjadi 42 MW.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan membeli berita ini sesuai keinginan Anda. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

