Mengintip Potensi Tambang BRMS di Balik Cuan 1.625 Persen
Tempias.com, JAKARTA – PT Bumi Mineral Resources Tbk (IDX: BRMS) mencatatkan kinerja moncer sepanjang 2021. Perusahaan di bawah grup Bakrie itu mencatat kenaikan laba signifikan dari US$ 4 juta pada 2020 menjadi US$ 69 juta pada 2021 atau naik 1.625 persen.
Berdasarkan laporan keuangan 2021 BRMS membukukan kenaikan pendapatan dari US$8,3 juta pada 2020 menjadi US$ 10,5 juta pada 2021. Selain itu perusahaan mencatat adanya Pendapatan lain-Lain pada tahun 2021 senilai US$ 118 juta.
Direktur Utama & CEO BRMS, Agus Projosasmito mengatakan pendapatan lain – Lain tersebut tidak secara rutin dibukukan oleh Perusahaan. Meski begitu perusahaan yakin pada 2022 nanti BRMS tetap akan membukukan pertumbuhan yang bersumber dari produksi.
“Ke depannya, kami berharap untuk dapat lebih mengandalkan kenaikan Pendapatan dari produksi emas kami untuk dapat meningkatkan Laba Bersih Perusahaan,” ujar Agus pekan lalu.
Lebih jauh, direktur utama yang baru disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Maret lalu, mengatakan sekitar US$ 90 juta dari Pendapatan Lain-Lain tersebut berasal dari penyelesaian tagihan oleh pihak ketiga terhadap anak usaha BRMS dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk hak atas saham sebesar 80 persen pada PT Suma Heksa Sinergi.
Sukma Heksa merupakan operator proyek tambang emas “Kerta” di Lebak, Banten. Adapun kepemilikan BRMS atas proyek tambang emas Kerta masih menunggu penyelesaian dokumen terkait dan persetujuan dari Pemerintah.
“Kami percaya bahwa proyek tambang emas Kerta akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan BRMS di masa mendatang,” jelas Agus.
Tak hanya berharap dari proyek Tambang Kerta, Direktur & Chief Investor Relations Officer dari BRMS Herwin Hidayat mengatakan perusahaan akan terus meningkatkan kinerja produksi dan keuangan BRMS untuk kepentingan para pemegang saham. Adapun konstruksi pabrik emas kedua BRMS di Palu yang diproyeksi bisa menghasilkan 4.000 ton bijih per hari masih sesuai skedul untuk diselesaikan tahun ini.
Selanjutnya untuk pabrik yang ketiga di Palu dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari dan pabrik yang keempat di Gorontalo dengan kapasitas produksi 2.000 ton bijih per hari diharapkan dapat mulai beroperasi di kuartal pertama tahun 2024.
“Pabrik-pabrik emas baru tersebut akan meningkatkan produksi emas Perusahaan dalam waktu dekat ini,” ujar Herwin.
BACA JUGA: Profil Agus Projosamito, Dirut Baru BRMS dari Lingkaran Salim
Prospek Saham BRMS
Seiring dengan peningkatan laba bersih perusahaan untuk 2021 dan potensi peningkatan produksi dari pabrik, saham BRMS di lantai bursa turut berkibar. Secara year to date harga saham BRMS sudah naik 107,14 persen. Pada perdagangan Kamis, 14 April 2022 harga saham BRMS ditutup Rp 232. Sedangkan pada 4 Januari 2022 harga saham BRMS masih di level 112.
Kenaikan saham BRMS ini tak terlepas dari hasil RUPSLB yang menunjuk Agus Projosasmito sebagai diru. Agus dipercaya sebagai perpanjang tangan Tarian Global sebagai pemegang saham mayoritas.
Selain itu Agus dipercaya menjadi representasi keberadaan Salim Grup lewat Tarian Global di BRMS. Sejak Januari Emirates Tarian Global tercatat rajin menambah kepemilikan di BRMS. (Ira Guslina)
