IPO Saham Adhi Commuter (IDX: ADCP) Masuk Papan Utama, Sanggup ARA?
Tempias.com, JAKARTA- PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP) hari ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. ADCP akan memulai debut dengan melepas saham pada harga pelaksanaan Rp 130.
Berdasarkan pengumuman resmi BEI, saham ADCP akan masuk dalam pencatatan papan utama. Menurut ketentuan bursa, saham yang masuk dalam papan utama memiliki aset lebih dari Rp 250 miliar.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Goklas Tambunan menyatakan merujuk Prospektus Penawaran Umum Perdana saham Perseroan tidak terdapat pihak yang memperoleh saham Perseroan dengan harga pelaksanaan di bawah harga IPO dalam jangka waktu 6 bulan sebelum penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK.
“Dengan demikian, tidak terdapat pihak yang dilarang mengalihkan sahamnya berdasarkan Peraturan OJK No. 25/2017,” jelas Goklas seperti dikutip, Rabu 23 Februari 20212.
Sebagai saham IPO yang masuk dalam papan utama, saham ADCP berpotensi naik hingga 35 persen. Berdasarkan ketentuan bursa, untuk saham dengan nominal di bawah Rp 200 maka batas Auto Rejection Atas (ARA) di angka 35 persen.
Auto rejection atas adalah batasan maksimum harga kenaikan saham untuk satu hari perdagangan. Penentuan ARA ini diatur dalam Jakarta Automated Trading System (JATS) Next-G. Aturan ARA juga diatur dalam Keputusan Direksi BEI Noor KEP-00023?BEI/03-2020.
Sebaliknya, bila saham ADCP mengalami penurunan pada perdagangan hari pertama, maka bisa menyentuh Auto rejection bawah maksimal hingga 7 persen. Sebagai tambahan, untuk saham yang pertama kali melantai di bursa maka batasan Auto rejection bisa mencapai dua kali dari harga saham awal.
ADCP merupakan emiten yang bergerak di bidang perhotelan dan real estate. ADCP merupakan anak usaha dari PT Adhi Karya Tbk (IDX: ADCP).
BACA JUGA: IPO Adhi Commuter (IDX:ADCP) 23 Februari, Simak 5 Fakta Wajib Tahu Ini!
Dalam gelaran IPO ini, saham yang ditawarkan sebanyak 2,22 miliar lembar. Adhi Commuter menunjuk 3 broker untuk menjadi penjamin emisi efek yaitu PT Indosurya Bersinar Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, dan PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk.Â
Selain itu untuk memperlancar pelepasan saham, ADCP menunjuk 4 sekuritas sebagai penjamin pelaksana yakni PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Sucor Sekuritas.Â
Selain pelepasan saham perdana, ADCP juga akan menggelar kepemilikan saham oleh karyawan (MESOP). Dengan gelaran ini maka pemegang saham ADCP akan menjadi PT Adhi Karya (persero) Tbk. (ADHI) dengan 88,23 persen, masyarakat 9,8 persen, MESOP 1,96 persen dan sisanya koperasi Adhi Sejahtera.Â
Proyek yang dimiliki ADCP seperti proyek peroperti Premier MTH, Cisauk Point, Royal Sentul Park, Green Avenue, Adhi City, Eastern Green Lot 1, Mega Graha Cipta Perkasa, Oase Park dan Cibubur.Â
Sedangkan proyek hotel yang dimiliki ADCP adalah Hotel GrandDhika Medan, Hotel GrandDhika Jakarta dan Hotel GrandDhika Semarang. Termasuk dua proyek operasi bersama yakni Urban Signature dan Gateway Park. (Ira Guslina)
