FokusHeadlineIHSG

Laris Manis Saham Bukit Asam (IDX: PTBA), Diborong Asing Diminati Taspen

Tempias.com- JAKARTA- Saham PT Bukit Asam (IDX: PTBA) laris manis di bursa saham. Selain karena kenaikan harga batu bara di dunia, PTBA juga mencatatkan kinerja keuangan monder pada Semester 1/2021. 

Berdasarkan data perdagangan, dalam sepekan terakhir saham PTBA mengalami kenaikan 10,46 persen dari Rp 2.390 pada Selasa, 23 September 2021 menjadi Rp 2.640 pada penutupan  perdagangan Rabu, 29 September 2021. 

Moncernya kinerja saham PTBA menjadi daya tarik investor asing. Dalam sepekan asing tercatat lebih dominan melakukan transaksi beli daripada jual. Total nilai pembelian asing mencapai Rp 176,5 miliar atau sekitar 68,3 juta lembar saham.

Tak hanya bagi investor asing, saham PTBA rupanya juga menarik perhatian PT Taspen. Kemarin Taspen mengumumkan membeli sebanyak 303,14 juta lembar saham PTBA dengan total transaksi Rp 598,5 miliar. 

Berdasarkan publikasi, saham yang dibeli Taspen merupakan saham treasuri milik PTBA  sebagai hasil buyback saham yang dilakukan pada 2 September 2015 – 1 Desember 2015. Adapun jumlah yang diambilalih PTBA adalah 87 persen dari total saham treasuri yang dilepas PTBA. 

Pengambilalihan saham treasury ini membuat kepemilikan saham Taspen di PTBA naik dari 1 persen menjadi 3 persen dari modal disetor perusahaan. Proses pengalihan saham treasuri dilakukan melalui private placement yang dibantu oleh tiga perusahaan sekuritas BUMN, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas. 

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PTBA, Apollonius Andwie C menjelaskan ketiga perusahaan sekuritas telah mengambilalih saham treasuri perusahaan pada 22 September 2021 sebanyak 303.148.100 lembar saham. Harga penjualan yaitu Rp 2.280 per saham, yang merupakan harga penutupan sehari sebelum tanggal penjualan. Harga tersebut tidak lebih rendah dari Rp 2.197 per saham sebagai harga rata-rata penutupan selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan).

“Dana yang diperoleh dari hasil pengalihan saham treasuri pada tanggal 22 September 2021 yang belum dikurangi dengan biaya placement dan pajak yang dikenakan oleh Bursa Efek (“Placement Fee”) yaitu sejumlah Rp 691.17 miliar,” jelas Apollonius dalam keterbukaan informasi. 

Lebih jauh Apolloius mengatakan sejak April 2019 perusahaan telah mengalihkan sebanyak 953,135 juta lembar saham. Adapun akumulasi dana yang diperoleh perseroan adalah Rp 2,86 triliun. Saat ini perusahaan hanya memegang 33,44 juta lembar saham treasuri atau setara 0,29 persen dari total saham perseroan.

Kinerja Usaha

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pada Semester I/2021 PTBA membukukan laba bersih sebanyak Rp 1,8 triliun, naik 38 persen dibanding periode serupa di tahun lalu yang senilai Rp 1,3 triliun. Pencapaian laba bersih didukung dengan pendapatan sebesar Rp 10,3 triliun, meningkat 14 persen dari capaian di periode serupa
tahun lalu Rp 9,0 triliun.

Jumlah total aset perusahaan pun menorehkan kenaikan 10% hanya dalam 3 bulan, dari Rp 24,5 triliun per 31 Maret 2021 menjadi Rp 27,0 triliun pada akhir semester I-2021. Kenaikan kinerja ini seiring dengan pemulihan ekonomi global maupun nasional yang mendorong naiknya permintaan atas batu bara. Disertai dengan kenaikan harga batu bara yang signifikan hingga menyentuh level US$ 134,7 per ton pada 30 Juni 2021

Total produksi batu bara PTBA selama semester I-2021 mencapai 13,3 juta ton dengan penjualan sebanyak 12,9 juta ton. Perseroan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 25 juta ton pada 2020 menjadi 30 juta ton pada 2021. PTBA memastikan kegiatan operasional pertambangan dijalankan dengan protokol kesehatan
yang ketat, sehingga aktivitas produksi dan penjualan dapat berjalan optimal dan aman. (Ira Guslina)

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com