HeadlineIHSGMarket Maker

Harga Wajar Saham Bukalapak (IDX: BUKA) Setelah Lockup Berakhir dari Nilzon Capital

Tempias.com, JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk. (IDX: BUKA) akan mengakhiri periode lock up wajib pada 26 Maret 2022 ini. Seremoni IPO BUKA sendiri dilakukan 6 Agustus 2021 lalu. Meski demikian pernyataan efektif diterima pada 26 Juli 2021. 

Lock-up wajib saham BUKA merupakan ketentuan dari POJK No. 25 taun 2017. Aturan ini garis besarnya menetapkan, investor yang memperoleh saham calon emiten di bawah harga IPO dalam jangka 6 bulan sebelum penyampaian pendaftaran ke OJK, maka pemegang saham tersebut dilarang mengalihkan sebagian atau seluruh sahamnya di emiten sampai dengan 8 bulan setelah pernyataan efektif. 

Mengacu ketentuan ini, BUKA dalam prospektusnya menyebutkan terdapat 32 pemegang saham yang kena wajib lock-up. Total saham yang dimiliki investor anyar jelang IPO itu setara dengan 48,08 miliar lembar.

 

BACA JUGA: Riset Nilzon Capital, Bukalapak (IDX: BUKA) Akuisisi Startup Rp 14 triliun, Kok Bisa?

 

Juga terdapat 22 pemegang saham yang melakukan lock-up sukarela sebanyak 90 persen saham yang dimiliki. Total saham yang dimiliki oleh 22 investor ini adalah 25,71 miliar lembar saham. Artinya lock-up sukarela yang sebelumnya tidak dapat ditransaksikan sebanyak 23,14 miliar. (lihat tabel). 

 

INVESTOR WAJIB LOCK-UP SAHAM BUKA 8 BULAN

Investor Lock-Up Wajib Jumlah Saham
(i) Achmad Zaky Syaifudin  4.452.515.674
(ii) PT Kreatif Media Karya, 24.661.347.283
(iii) Archipelago Investment Pte. Ltd., 9.736.593.677
(iv) Microsoft Corporation,  931.855.888
(v) Standard Chartered UK Holdings Limited,  266.245.795
(vi) Naver Corporation,  266.245.795
(vii) Mirae Asset–Naver Asia Growth Investment Pte. Ltd.,  1.857.930.509
(viii) Star AA Ventures Limited,  266.245.795
(ix) Peter Teng He Xu,  266.245.795
(x) UBS AG, London Branch. 1.914.302.254
(xi) PT BRI Ventura Investama, 181.046.789
(xii) PT Mandiri Capital Indonesia,  53.243.888
(xiii) Genting Ventures VCC (bertindak untuk kepentingan Genting VCC Fund I)  133.118.505
xiv) Sung Jin Kim (Kim Sung Jin), 266.043.713
(xv) Jaeyoun Doh (Doh Jaeyoun),  65.105.149
(xvi) Seungkook Lee (Lee Seungkook), 18.881.371
(xvii) BonAngels Pacemaker Fund, 59.675.328
(xviii) 500 Durians, L.P.,  426.249.828
(xix) 500 Kimchi, L.P., 8.575.254
(xx) K-Run No. 1 Start-Up Investment Fund.  12.687.158
(xxi) DKI Growing Star Fund II, 42.287.596
(xxii) 500 Startups IV, L.P. 4.226.123,00
(xxiii) Virdienash Haqmal,  29.301.710
(xxiv) Clara Natalie,  2.126.242
(xxv) Nandhika Wandhawa Putra Harahap,  2.126.242
(xxvi) Rionardo, 3.189.361
(xxvii) Phiong Tadhan Immanuel Yapi, 3.189.361
(xxviii) Muhammad Rachmat Kaimuddin, 104.291.245
(xxix) Teddy Nuryanto Oetomo, 156.990.392
(xxx) Willix Halim,  1.438.287.844
(xxxi) Natalia Firmansyah,  31.129.223
(xxxii) pemegang saham lainnya yang terdiri dari 204 pemegang saham perorangan yang merupakan karyawan atau ex-karyawan. 423.429.482
JUMLAH 48.084.730.269

Sumber: Prospektus IPO PT. Bukalapak.Com Tbk. (IDX: BUKA)

 

Atas estimasi kemungkinan semakin banjirnya saham BUKA di Bursa Efek Indonesia setelah IPO, PT Nilzon Kapital Advisor atau lebih dikenal dengan Nilzon Capital mengeluarkan riset terbarunya mengenai valuasi wajar saham BUKA. 

Disebutkan dalam riset setebal 48 halaman itu, kemungkinan beberapa investor pra-IPO tahap akhir IPO BUKA saat ini menghadapi potensi kerugian atau floating loss

“Hal ini menambah kompleksitas kemungkinan yang akan terjadi pada saat periode lock-up saham BUKA dibuka,” kata , John Octavianus selaku Principal Advisor dari Nilzon Capital, dalam keterangannya kepada Tempias.com, Rabu, 23 Maret 2022. 

 

BACA JUGA: Ramai Buzzer Ajak Beli Saham IPO GoTo, Begini Reaksi Manajemen

 

Dalam riset Nilzon Capital disebutkan pada investor terakhir pra-IPO memperoleh saham BUKA dalam rentang harga Rp 410 hingga Rp 584 per lembar. Harga indikatif rata-rata ini dihitung dengan melacak pergerakan saldo ekuitas di laporan perubahan ekuitas BUKA. 

 

INVESTOR LOCK-UP SUKARELA SAHAM BUKA 

Investor  Jumlah Saham
1. 500 Durians II, L.P. 65.853.727
2. 500 Startups III, L.P. 76.702.830
3. Adi Wardhana Sariaatmadja 691.906.951
4. Alvin W. Sariaatmadja 691.906.951
5. API (Hong Kong) Investment Limited 12.103.516.415
6. Batavia Incubator Pte. Ltd. 2.293.177.320
7. Endeavor Catalyst II, L.P. 77.351.243
8. Endeavor Catalyst II-A, L.P. 21 Juni 2021 1.723.838
9. IMJ Fenox Global I Investment Limited 153.350.303
10. IREP Co. Ltd. 460.098.354
11. Jay Geoffrey Wacher 76.734.460
12. Komodo Indigo Investment Ltd. 355.837.861
13. Komodo Opportunity Venture 1 Ltd 358.099.409
14. Muhamad Fajrin Rasyid 2.452.790.370
15. New Hope OCA Limited 2.933.638.024
16. Nugroho Herucahyono 1.931.108.344
17. One Shinhan Global Fund 1 433.884.965
18. Pandu Patria Sjahrir 13.371.598
19. PT Asia Sahabat Indonesia 65.624.410
20. PT Rockpool Teladan Investa 295.013.309
21. Queensbridge Fund I, L.P. 172.541.825
22. Sutanto Hartono 13.371.597
 JUMLAH 25.717.604.104

Sumber: Prospektus IPO BUKA

 

Meski tidak presisi karena menggunakan data  prospektus, laporan keuangan dan BEI, Nilzon memperkirakan investor BUKA pra-IPO yang masuk pada 2019 menggunakan harga rata-rata Rp 584 per lembar. Pada 2020 menjadi Rp 535 dan sebelum IPO atau 2021 sebesar Rp 410.

“Ini hanya untuk tujuan informasi. Kami tidak memberikan jaminan bahwa angka-angka tersebut akurat karena berbagai keterbatasan. Dengan asumsi tidak ada yang menjual sahamnya hingga saat ini, kami menemukan bahwa sebagian besar investor pra-IPO kemungkinan sedang menghadapi floating loss [kerugian] mulai dari -34 persen hingga -53 persen pada Rp 272/saham dengan acuan harga penutupan sahamm BUKA per 17 Maret 2022,” tulis Frizon Akbar Putra, Principal Advisor dan President dari Nilzon Capital.

Meski demikian, tingkat kerugian ini kemungkinan mengecil seiring harga saham BUKA per hari ini, 23 Maret 2022 berada pada level Rp 302 per lembar. Risiko kerugian investor Pra-IPO juga dibayangi dengan tambahan dilusi seiring kebijakan perjanjian BUKA dengan Naver Corporation terkait jasa cloud. Dalam perjanjian itu, BUKA telah menerbitkan saham SERI G kepada Naver sehingga menjadi salah satu pemegang saham yang dikenai lock-up senilai US$ 10 juta. Akan tetapi, akan dilakukan penerbitan saham baru US$ 10 juta lagi jika BUKA tidak melaksanakan pembelian jasa cloud hingga US$ 20 juta.

 

BACA JUGA: Blak-blakan Yusuf Mansur Soal Penjualan Paytren AM: Bukan Paytren eMoney!

 

Harga Wajar Saham BUKA

Nilzon kemudian mencoba menghitung harga wajar saham BUKA. Frizon Akbar menggunakan perkiraan pendapatan BUKA yang disurvei Refinitiv dari 11 analis.  Hasilnya rata-rata proyeksi pendapatan BUKA pada 2021 sebesar Rp 1,92 triliun. Sedangkan pada 2022 ini mencapai Rp 3,8 triliun. 

Dengan mengacu kepada pendapatan ini, dan mengadopsi kelipatan Price to sales ratio (P/S) Sea Limited yang memiliki model bisnis mirip dengan BUKA, maka estimasi indikatif kapitalisasi BUKA menurut Nilzon berada pada level Rp 21,04 triliun atau harga Rp 204 per saham. 

Sedangkan rentang bawah dengan P/S kelipatan 2,85x juga menggunakan estimasi penjualan 2022 sebesar Rp 3,08 triliun. Maka kapitalisasi BUKA setara dengan Rp 8,77 triliun atau Rp 85 per saham. Meski demikian Frizon mengingatkan penilaian ini tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan investor dalam mengambil keputusan investasi.  

 

BACA JUGA: Prospek Saham BBYB: Antara Sentimen FTSE & Akrobat Akulaku Jelang Right Issue

 

Riset ini juga menyoroti realitas BUKA yang menjadi pemberat dalam daftar saham blue chips atau LQ-45. Frizon menyatakan sejak BUKA  dimasukkan ke dalam LQ45, IDX30, dan IDX80 pada 29 September 2021 melalui jalur fast entry, emiten ini telah turun signifikan dan membawa kerugian indikatif bagi indeks. Emiten ini nilai sahamnya telah merosot 70,32 persen per 18 Maret 2022. 

Frizon kemudian membandingkan dengan Summarecon Agung (IDX: SMRA) yang posisinya digantikan oleh BUKA. Emiten properti ini meski melemah, namun nilainya jauh lebih kecil yakni 4,94 persen. “Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tersingkir [dari deret saham blue chips], SMRA masih mengungguli BUKA sebesar 65,38 persen [per 18 Maret],” katanya. (IRA GUSLINA)  

Putra

Editor In Chief https://www.theeconopost.com/ Hubungi saya di redaksi@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com