Emiten BPD: Membanding Kinerja Bank Banten (BEKS), Bank BJB (BJBR), dan Bank Jatim (BJTM) Per September 2022
Tempias.com, JAKARTA – Sebagian besar emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerbitkan laporan keuangan kuartal III/2022. Termasuk yang sudah menerbitkan laporan keuangan 9 bulan pertama 2022 adalah tiga bank pembangunan daerah (BPD) yakni Bank Banten (IDX: BEKS), Bank BJB (IDX: BJBR), dan Bank Jatim (IDX: BJTM).
Ketiga bank daerah ini tercatat mengalami perbaikan di sisi bottom line, namun kinerja keuangan ketiganya berbeda.
Bank BJB (IDX: BJBR) misalnya, bank yang dikuasai saham terbesarnya oleh Pemprov Jawa Barat itu melaporkan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan mencapai Rp 1,78 triliun per September 2022. Jumlah ini melonjak 26,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pada periode itu laba BJBR baru Rp 1,33 triliun.
Bergeser ke bank daerah milik Pemprov Banten yakni Bank Banten (IDX: BEKS), sisi bottom line perusahaan tercatat masih rugi meski ada perbaikan.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan, BEKS mencatatkan rugi dalam 9 bulan pertama 2022 sebesar Rp 126.98 miliar. Susut dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 144,74 miliar.
Penurunan kerugian BEKS ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp 336,47 miliar berbanding Rp 210,38 miliar atau melonjak 59,93 persen.
BACA JUGA: Profil Yacobus Jemmy Hartanto, Crazy Rich di Balik IPO Jayamas Medica Industri (OMED)
Meski pendapatan bunga naik tajam, beban operasional BEKS juga naik signifikan terutama pada pos umum dan administrasi yang naik dari Rp 142,44 miliar menjadi Rp 213,9 miliar. Pos tenaga kerja dan tunjangan juga naik dari Rp 102,72 miliar menjadi Rp 96,68 miliar.
Kenaikan beban ini, tidak mampu ditutupi oleh pendapatan bunga dan pendapatan operasional BEKS yang juga naik sehingga perusahaan kembali mengalami rugi meski telah berkurang.
Sementara itu, Bank Jatim (IDX: BJTM) tercatat melaporkan laba tahun berjalan Rp 1,2 triliun, naik tipis dari Rp 1,18 triliun dibandingkan kuartal III/2021.
Meski laba tahun berjalan naik, laporan laba rugi BJTM juga melaporkan potensi penurunan laba. BJTM mencantumkan rugi belum terealisasi aset keuangan sebesar (Rp 522,6 miliar), pada tahun lalu, pos akuntansi ini memberi potensi laba Rp 127,71 miliar. Akibatnya setelah ditambahkan pajak penghasilan, laba komprehensif tahun berjalan BJTM turun dari Rp 1,28 triliun menjadi Rp 780 miliar. Meski demikian, karena rugi belum direalisasikan laba per saham BJTM tetap dinilai naik dari Rp 78,94 per lembar menjadi Rp 80,14 per lembar saham.
BACA JUGA: IPO Primadaya Plastisindo (IDX: PDPP), Bos Agung Sedayu Disebut Ambil Bagian
Aset BEKS dan BJTM Susut
Saat kinerja laba rugi hanya didapatkan oleh BJBR dan BJTM, kondisi aset sedikit berubah komposisi.
Pada kuartal III/2022 ini, yang mencatatkan kenaikan aset hanya Bank BJB (IDX: BJBR). Sedangkan aset BEKS dan BJTM dilaporkan mengalami penyusutan.
Rinciannya, aset BJBR naik dari Rp 158,35 triliun menjadi Rp 170,2 triliun. Kenaikan ini terutama ditopang oleh melonjaknya kredit yang diberikan menjadi Rp 106,13 triliun dari sebelumnya Rp 95,81 triliun. Kenaikan aset juga ditopang oleh kenaikan jumlah surat berharga yang dimiliki BJBR menjadi Rp 27,92 triliun dari sebelumnya Rp 16,97 triliun.
Sedangkan Bank Jatim melaporkan aset perusahaan susut dari Rp 100,72 triliun menjadi Rp 98,47 triliun. Susutnya aset BJTM terutama dari menurunnya penempatan surat berharga perusahaan di Bank Indonesia susut menjadi Rp 4,63 triliun dari sebelumnya Rp 9,91 triliun. Penurunan juga terjadi di surat berharga dari Rp 32,38 triliun menjadi Rp 26,78 triliun.
Penurunan aset juga dialami oleh Bank Banten (IDX: BEKS). Aset perusahaan tercatat merosot dari Rp 8,84 triliun menjadi Rp 7,76 triliun.
Kondisi longsornya aset Bank Banten terutama disebabkan efek milik perusahaan yang terdapat janji untuk dibeli kembali susut dari Rp 1,32 triliun menjadi Rp 98 miliar. Demikian juga penempatan di Bank Indonesia anjlok dari Rp1,56 triliun menjadi Rp 792 miliar. (Putra, O. Permana)
