HeadlineIHSG

Blibli.com Milik Grup Djarum Akuisisi RANC, Backdoor Listing di Bursa?

Tempias.com, JAKARTAPT Global Digital Niaga yang biasa dikenal dengan merek Blibli.com mengumumkan pengambilalihan PT Supra Boga Lestari (IDX: RANC). Perjanjian pengambilalihan telah ditandatangani dengan para pemilik RANC. 

Pengumuman akuisisi ini sekaligus menepis kabar terkait rencana Blibli.com melakukan Initial Public Offering (IPO). Sebelumnya Blibli disebut akan listing di Bursa mengikuti jejak Bukalapak (IDX: BUKA) meski manajemen Blibli dalam beberapa kesempatan enggan memberi penjelasan. 

Dengan aksi akuisisi RANC, Blibli yang merupakan e-commerce milik Grup Djarum ini menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 51 persen saham perusahaan. Aksi ini sekaligus membuat Blibli menjadi bagian dari emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Transaksi tersebut  akan  mengakibatkan perubahan pengendalian atas Supra Boga Lestari,” tulis Direksi Blibli seperti dikutip dari pengumuman media, Kamis, 16 September 2021. 

Supra Boga Lestari merupakan perusahaan dengan kegiatan usaha utama bergerak di bidang perdagangan ritel modern di bawah merek Ranch Market. Sejak 2010 perusahaan telah melakukan perjanjian pemutusan lisensi (termination agreement) dengan Ranch Market USA sehingga memperoleh izin penggunaan merek Ranch Market di Indonesia dan terpisah dengan Ranch Market USA. 

RANC pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juni 2012 dengan melepas 312,89 juta saham kepada publik. Ranch Market Indonesia membawahi 4 brand supermarket yaitu Ranch Market, Farmers Market, the Gourmet by Ranch Market dan Day2Day by Farmers Market.

 

BACA JUGA: Blibli Akuisisi Supra Boga Lestari (IDX: RANC), Jadi Pengendali Baru Ranch Market

 

Berdasarkan keterbukaan informasi, Blibli telah menandatangani  Perjanjian  Pengikatan  Pembelian  Saham (PPPS) dengan jumlah  saham  yang  akan  diambil  alih  sebesar  797,88 juta saham. Proses negosiasi pengambilalihan RANC dilakukan secara langsung oleh Perseroan dengan para penjual. 

“Dengan bergantung pada pemenuhan seluruh kondisi dan persyaratan sebagaimana diatur dalam PPPS, maka rencana pengambilalihan ditargetkan untuk dapat diselesaikan selambat-lambatnya 40 hari kalender sejak penandatanganan PPPS,” tulis direksi lagi. 

Adapun pihak yang telah sepakat melepas saham pada Bilibli adalah PT Wijaya Sumber Sejahtera dengan kepemilikan 26,8 persen, PT Prima Rasa Inti dengan kepemilikan 18,72 persen, PT Gunaprima Karyaperkasa dengan kepemilikan 15,12 persen. Selanjutnya ada  PT Ekaputri Mandiri dengan kepemilikan 7,56 persen, Dr. David Kusumodjojo dengan kepemilikan 5,36 persen, Suharno Kusumodjojo dengan kepemilikan 2,11 persen, dan   Harman Siswanto dengan kepemilikan 0, 13 persen. 

Dalam keterbukaan informasi, Direksi Blibli menyatakan tujuan pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha dan perluasan ekosistem Blibli. Sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia. PT Global Digital Niaga dengan merk Blibi.com saat ini merupakan perusahaan perdagangan   eceran   melalui   media   untuk   barang   campuran secara daring. Dengan pengambilalihan Ranch Market selanjutnya, Blibli bisa memperluas usaha di bisnis retail offline. 

Saat ini, publik memegang 26,36 persen saham Ranch Market. Sedangkan sisanya di luar yang telah diambilalih Blibli dipegang oleh perseorangan baik jajaran direksi maupun komisaris dengan kepemilikan di bawah 5 persen. Di pasar, harga saham RANC pada penutupan perdagangan Rabu, 15 September 2021 adalah Rp 2.200. Nilai ini naik 24,29 persen dari perdagangan 16 Agustus 2021 pada  harga Rp 1.770. (Ira Guslina)

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com