Blak-blakan Yusuf Mansur Soal Penjualan Paytren AM: Bukan Paytren eMoney!
Tempias.com, JAKARTA – Komisaris Utama PT Paytren Aset Manajemen (AM) Yusuf Mansur buka suara soal penjualan saham Paytren AM. Dalam keterbukaan informasi Rabu pekan lalu, disebutkan Paytren AM akan melepas 100 persen saham yang sudah diterbitkan.
Menurut Yusuf, lini yang akan dijual itu hanya meliputi bisnis manajer investasi. Hal ini sekaligus menepis adanya kabar bahwa pelepasan saham Paytren AM juga berpengaruh pada lini bisnis yang lain.
“PAM itu perusahaan berbeda dengan Paytren eMoney, Paytren Payment Gateway. Logonya juga berbeda dua-duanya,” jelas Yusuf saat dikonfirmasi Tempias.com, Senin, 21 Maret 2022.
Menurut Yusuf, rencana divestasi Paytren AM tidak akan berpengaruh kepada lini usaha lain seperti Paytren e-Money dan Paytren Payment Gateway. Meski sama-sama ia miliki namun kedua bisnis itu berbeda dalam operassional.
“Sebab pada nyangkanya Paytren yang eMoney yang dijual. Masyarakat masih belum bisa membedakan,” ujar Yusuf lagi.
BACA JUGA: Yusuf Mansur Jual Paytren Aset Manajemen, Aset Kelolaan Tinggal Rp 1,6 Miliar
Sebelumnya, Direktur Utama Paytren Aset Manajemen, Ayu Widuri mengatakan tujuan penjualan adalah untuk mendapatkan partner strategis untuk pengembangan Paytren AM sebagai Manajer Investasi Syariah pertama di Indonesia. Meski begitu ia belum bisa mengungkap siapa partner strategis yang dimaksud.
“Calon pembeli belum bisa diinfo, karena saat ini masih dalam proses perizinan,” jelas Ayu pada Tempias.com.
Sejak didirikan Paytren AM memang berfokus dalam mengelola investasi syariah. Saat ini perusahaan masih mengelola produk reksadana pasar uang syariah.
“Produk ini insyaAllah akan tetap dikelola, dan harapannya setelah proses divestasi, pengembangan produk-produk investasi syariah lain akan dibuat.”
Berdasarkan penelusuran tim Tempias.com, saat mendapat izin usaha sebagai manajer investasi syariah dari Otoritas Jasa Keuangan pada 2017 lalu, Paytren AM didirikan dengan modal dasar Rp 25 miliar. Sedangkan modal yang disetor dan ditempatkan penuh sebesar Rp 10 miliar.
BACA JUGA: Saham Gocap Yusuf Mansyur Bangun dari Tidur, Beda Nasib REAL, BABP, dan BEBS
Dari rincian modal ini, Jam’an Nurchotib Mansur atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ustadz Yusuf Mansur memiliki 80 persen atau setara Rp 8 miliar. Sedangkan dua pemegang saham lainnya saat pendaftaran adalah Hari Prabowo dan Deddi Nordiawan yang masing-masing mengempit 10 persen atau menyetor Rp1 miliar.
Dilihat dari situs perusahaan, produk yang yang masih ditawarkan adalah PAM Syariah Likuid Dana Syafa. Meski demikian, produk ini mengalami penyusutan dana kelolaan.
Data Bareksa mencatat hingga 15 Maret 2022, dana kelolaan reksadana pasar uang ini tinggal Rp 1,61 miliar. Merosot jauh dibandingkan posisi akhir tahun 2021 sebesar Rp 11,34 miliar.
Rekor tertinggi AUM Reksadana ini terjadi pada Juli 2019 dimana dana yang dikelola mencapai Rp 17,46 miliar. NAB produk ini per 15 Maret 2022 berada pada level Rp 1.154 per unitnya. (ira Guslina)
