Finance

Pengendali Jual Paytren Aset Manajemen, Aset Kelolaan Tinggal Rp 1,6 Miliar

Tempias.com, JAKARTA – PT Paytren Aset Manajemen mengumumkan pemegang saham yang ada saat ini akan melepas seluruh kepemilikannya kepada investor baru. 

Dalam keterbukaan di media masa hari ini, Rabu, 16 Maret 2022, 100 persen saham yang sudah diterbitkan akan dijual kepada pihak lain. 

“Pembelian atas saham tersebut akan mengakibatkan terjadinya perubahan pemegang saham pengendali perseroan,” tulis manajemen Paytren AM. 

 

BACA JUGA: Blak-blakan Yusuf Mansur Soal Penjualan Paytren AM: Bukan Paytren eMoney!

 

Penjualan Paytren AM sendiri disebutkan masih menunggu persetujuan dari regulator sebelum transaksi terlaksana. Termasuk syarat dan ketentuan yang disepakati oleh penjual dan pembeli. 

“Bagi pihak-pihak yang berkepentingan termasuk kreditur atau pihak ketiga lainnya yang berkaitan dengan perseroan dapat menghubungi atau mengajukan keberatan secara tertulis,” tulis manajemen lebih lanjut. 

Yusuf Mansur Jual Paytren AM
Kinerja reksa dana PAM Syariah Likuid Dana Safa yang dikelola Paytren AM per 15 Maret 2022./Sumber: Bareksa

 

Saat mendapat izin usaha sebagai manajer investasi syariah dari Otoritas Jasa Keuangan pada 2017 lalu, Paytren AM didirikan dengan modal dasar Rp 25 miliar. Sedangkan modal yang disetor dan ditempatkan penuh sebesar Rp 10 miliar. 

Dari rincian modal ini, Jam’an Nurchotib Mansur atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ustadz Yusuf Mansur memiliki 80 persen atau setara Rp 8 miliar. Sedangkan dua pemegang saham lainnya saat pendaftaran adalah Hari Prabowo dan Deddi Nordiawan yang masing-masing mengempit 10 persen atau menyetor Rp1 miliar.

Dilihat dari situs perusahaan, produk yang yang ditawarkan adalah PAM Syariah Likuid Dana Syafa. Produk yang diluncurkan pada 2 Februari 2022 ini mengalami penyusutan dana kelolaan. 

 

BACA JUGA: IPO WIR Asia (IDX: WIRG): Dimiliki Yenny Wahid Hingga Ketum Kadin, Investor Harus Simak Fakta Ini!

 

Data Bareksa mencatat hingga 15 Maret 2022, dana kelolaan reksadana pasar uang ini tinggal Rp 1,61 miliar. Merosot jauh dibandingkan posisi akhir tahun 2021 sebesar Rp 11,34 miliar. 

Rekor tertinggi AUM Reksadana ini terjadi pada Juli 2019 dimana dana yang dikelola mencapai Rp 17,46 miliar.  

NAB produk ini per 15 Maret 2022 berada pada level Rp 1.154 per unitnya. 

Situs Paytren AM juga menunjukkan struktur perusahaan terdiri dari Yusuf Mansur sebagai Komisaris Utama. Lainnya Ayu Widuri sebagai Direktur Utama dan Achfas Achsien sebagai direktur. 

Tempias.com telah menyampaikan pertanyaan atas aksi korporasi ini kepada manajemen. Termasuk identitas pembeli. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan masih menunggu penjelasan lebih lanjut atas aksi korporasi ini. 

Putra

Editor In Chief https://www.theeconopost.com/ Hubungi saya di redaksi@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com