HeadlineIHSGMarket Maker

Anak Usaha Samudera Indonesia (SMDR) Gandeng MSC Swiss dan Toyota Tsusho di Patimban Global Gateway Terminal

Anak usaha PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR), PT Samudera Pelabuhan Indonesia, bersama Africa Global Logistics SAS (AGL) dan Toyota Tsusho Corporation (TTC) akan meningkatkan kepemilikan saham di PT Patimban Global Gateway Terminal.

Dalam pengumuman resmi, Kamis (19/12/2024), skema yang digunakan adalah penerbitan saham baru oleh PT Patimban Global Gateway Terminal yang akan diambil alih oleh ketiga pemegang saham tersebut.

“Dana yang akan digunakan oleh AGL, TTC, dan Samudera untuk pelaksanaan pengambilalihan berasal dari dana internal masing-masing,” tulis perusahaan dalam pernyataan resminya.

Saat ini, Patimban Global Gateway Terminal belum memiliki karyawan maupun kegiatan operasional. Pengendalian bersama melalui penerbitan saham baru (right issue) ini diperkirakan akan selesai paling lambat 31 Januari 2025.

“Atau waktu dan tanggal lainnya yang dapat disepakati secara tertulis oleh perseroan dan para pengambilalih,” dijelaskan dalam pengumuman tersebut.

Berdasarkan dokumen Komisi Eropa Case M.11754-MSC/TTC/SAMUDERA/JV, Patimban Global Gateway Terminal akan bergerak di bidang pengoperasian dan pengelolaan terminal peti kemas di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat.

AGL, merupakan bagian dari MSC Mediterranean Shipping Company Holding SA, raksasa bisnis transportasi, layanan logistik, konsesi terminal pelabuhan, dan infrastruktur kereta api, terutama di benua Afrika. MSC juga penyelenggara transportasi laut kargo peti kemas, layanan pelabuhan, logistik, serta sektor pelayaran dan feri.

Toyota Tsusho Corporation, di sisi lain, merupakan perusahaan perdagangan global yang bergerak di berbagai sektor seperti logam, suku cadang, logistik, otomotif, mesin, energi, bahan kimia, dan elektronik. Perusahaan sudah memiliki bisnis di Patimbang sebagai pemilik 100% saham PT. Patimban International Car Terminal (PICT). Akan tetapi pada 30 Juni 2024 lalu perusahaan mengalihkan saham perusahaan pengelola terminal mobil yang berlokasi di Pelabuhan Internasional Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Republik Indonesia itu kepada tiga perusahaan Jepang yaitu Toyofuji Shipping Co., LTD. (26%), Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (25%), dan Kamigumi Co., Ltd (15%). Sedangkan sisanya 34% tetap dimiliki perseroan.

Pelabuhan Internasional Patimban terdiri dari terminal mobil dan terminal peti kemas. Berdasarkan inisiatif pemerintah Indonesia, pembangunan telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2018 sebagai bagian dari perjanjian pinjaman Official Development Assistance (ODA). PICT, yang didirikan oleh Toyota Tsusho Group, mulai beroperasi pada bulan Desember 2021, dan saat ini memiliki kapasitas penanganan tahunan sebesar 400.000 unit.

Terminal otomotif terus diperluas oleh ODA, yang akan mampu menangani sekitar 600.000 unit per tahun setelah selesai dibangun pada Juli 2025.

Dalam pernyataan pada Juni 2024 lalu itu, Toyota Tsusho akan berkolaborasi dengan mitranya di Indonesia, yang merupakan basis produksi dan pasar penjualan penting di Asia untuk industri otomotif, dan bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan lebih lanjut ekonomi Indonesia melalui pengoperasian pelabuhan dengan daya saing internasional.

Sementara itu, Samudera Indonesia (SMDR) memiliki fokus pada layanan pengiriman, operasional pelabuhan, serta solusi logistik, terutama di kawasan Asia

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com