Martha Tilaar Tutup Usia 89 Tahun, Tinggalkan Empat Anak dan Sembilan Cucu
TheEconoPost.com, JAKARTA — Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun. Martha dikenal sebagai pelopor industri kecantikan Indonesia yang mengembangkan bisnis perawatan berbasis tradisi dan tanaman herbal menjadi kelompok usaha kecantikan modern.
Martha lahir pada 4 September 1937. Jenazahnya disemayamkan di rumah keluarga di Patra Kuningan Utara Blok L7 No. 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Martha meninggalkan empat anak, yakni Bryan David Emil Tilaar yang saat ini sebagai Direktur Utama (CEO) PT Martina Berto Tbk (MBTO), Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Maharani Tilaar, dan Dr. Kilala Ezra Tilaar yang memimpin holding Martha Tilaar Group. Ia juga meninggalkan sembilan cucu.
Suami Martha, Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar, M. Sc. Ed., telah lebih dahulu meninggal dunia.
Berdasarkan pengumuman keluarga, berikut susunan anggota keluarga yang ditinggalkan Martha Tilaar:
- Suami: Alm. Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar, M. Sc. Ed.
- Anak dan pasangan:
- Bryan David Emil Tilaar – Sulena Halim NG
- Pingkan Engelien Tilaar – Indra Sudjarwo
- Wulan Maharani Tilaar – Kunto Widarto
- Dr. Kilala Ezra Tilaar – Lady Inola Novianty
- Cucu:
- Zefanya Armania
- Kaisarea Mareliz Sudjarwo
- Alrismany Abigail Sudjarwo
- Natanael Alexis Tilaarputra Warisman
- Anjani Anatolia Widarto
- Atira Aurelia Widarto
- Sophia Eleanor Tilaar
- Olivia Teresa Tilaar
- Henry David Alexander Tilaar
Martha memulai perjalanan bisnisnya pada 1970 dengan membuka salon kecantikan di garasi rumah orangtuanya, Yakob Handana, di Jalan Kusuma Atmaja No. 47, Menteng, Jakarta Pusat.
Pada 1972, ia membuka salon kedua bernama Martha Griya Salon di Menteng. Salon tersebut menjadi awal pengembangan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal yang kemudian menjadi salah satu ciri bisnisnya.
Pada 1977, Martha bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Pada tahun yang sama, perusahaan meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern.
Bisnisnya berkembang melalui pembangunan pabrik di kawasan industri Pulogadung pada 1981 dan pendirian pabrik kedua pada 1983. Pada tahun yang sama, PT SAI Indonesia didirikan untuk mendukung distribusi produk kosmetik.
Pada periode 1988–1990, perusahaan mengembangkan merek Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar, dan Belia Martha Tilaar. Pengembangan usaha berlanjut dengan penambahan merek Professional Artist Cosmetics (PAC), Dewi Sri Spa, dan Jamu Garden pada periode 2001–2009.
Pada 1999, Martha Tilaar Group membeli saham PT Martina Berto yang sebelumnya sebagian dimiliki Kalbe Group. Setelah proses tersebut, PT Martina Berto sepenuhnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group.
PT Martina Berto menjadi perusahaan terbuka pada 2011. Setahun kemudian, perusahaan menerima penghargaan Pioneer in Technology dari Kementerian Perindustrian yang diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun yang sama, perusahaan juga memperoleh penghargaan Green Leadership dalam Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2012.
Pada 2016, Martha menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia.
Martha Tilaar Group kini menaungi sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran kosmetik, manufaktur maklon, pendidikan kecantikan, jasa spa dan salon, agensi periklanan, serta penyediaan tenaga kerja. Perusahaan tersebut meliputi PT Martina Berto Tbk., PT Cedefindo, PT Martha Beauty Gallery, PT Cantika Puspa Pesona, PT Creative Style Mandiri, dan PT Kreasi Boga Primatama.
Keluarga mengenang kepergian Martha melalui ayat 2 Timotius 4:7: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
