Rukun Raharja Bidik Dana Rp 1,55 Triliun dari Obligasi dan Sukuk
TheEconopost.com, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) berencana menghimpun dana maksimal Rp 1,55 triliun melalui penerbitan obligasi dan sukuk wakalah tahap I tahun 2026. Penerbitan tersebut merupakan bagian dari program penawaran umum berkelanjutan dengan target penghimpunan dana Rp 2,8 triliun.
Berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan pada Senin (12/10/2026), perseroan menawarkan obligasi dengan nilai maksimal Rp 1,25 triliun dan sukuk wakalah maksimal Rp 300 miliar.
Obligasi tersebut memiliki empat pilihan tenor, yakni 367 hari kalender, tiga tahun, lima tahun, dan tujuh tahun. Sementara itu, sukuk wakalah ditawarkan dengan tenor tiga tahun dan lima tahun.
Obligasi seri A dengan tenor 367 hari kalender dijadwalkan jatuh tempo pada 11 November 2027. Adapun obligasi seri B, C, dan D masing-masing jatuh tempo pada 4 November 2029, 4 November 2031, dan 4 November 2033.
Untuk sukuk wakalah, seri A dengan tenor tiga tahun dan seri B dengan tenor lima tahun masing-masing dijadwalkan jatuh tempo pada 4 November 2029 dan 4 November 2031.
Bunga obligasi dan imbal hasil sukuk akan dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran pertama dijadwalkan pada 4 Februari 2027. Sementara itu, pokok obligasi dan modal investasi sukuk akan dilunasi sekaligus pada saat jatuh tempo.
Perusahaan yang dikendalikan oleh ‘Happy’ Hapsoro Sukmonohadi itu dalam prospektus ringkas belum mencantumkan besaran kupon obligasi, target imbal hasil sukuk, maupun nilai penerbitan untuk setiap seri.
Sukuk wakalah diterbitkan menggunakan skema ijarah sale and lease back dengan aset dasar berupa mesin dan peralatan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Aset dasar sukuk seri A meliputi kompresor gas 1–2, sistem penanganan limbah cair, serta sistem udara instrumen dan utilitas. Adapun aset dasar seri B mencakup kompresor gas 3–6, interkoneksi pipa beserta katup dan perlengkapannya, serta sistem bahan bakar gas.
Berdasarkan jadwal sementara, masa penawaran awal berlangsung pada 12–21 Oktober 2026. Pernyataan pendaftaran dijadwalkan efektif pada 28 Oktober 2026, dilanjutkan dengan penawaran umum pada 29–30 Oktober 2026.
Penjatahan dijadwalkan pada 2 November 2026. Distribusi elektronik dan emisi serta pengembalian uang pemesanan direncanakan pada 4 November 2026. Adapun pencatatan obligasi dan sukuk di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 5 November 2026.
Pada saat prospektus ringkas diterbitkan, pernyataan pendaftaran tersebut belum efektif. Jadwal dan informasi penerbitan masih dapat berubah.
