Rukun Raharja (RAJA) Akuisisi Karya Mineral Jaya, Mitra Pasokan LNG PGN
TheEconopost.com, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengambil alih kepemilikan saham PT Karya Mineral Jaya (KMJ), perusahaan yang sebelumnya menjalin kerja sama pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Informasi tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi Direksi PT Karya Mineral Jaya yang diterbitkan pada Rabu (5/8/2026). Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa pengambilalihan dilakukan melalui pembelian saham milik PT Mitra Sukses Usaha serta pembelian seluruh saham baru yang diterbitkan KMJ.
“Telah terjadi pengambilalihan saham dalam Perseroan oleh PT Rukun Raharja Tbk melalui pembelian saham milik PT Mitra Sukses Usaha dan pembelian atas seluruh pengeluaran saham baru dalam Perseroan,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Manajemen KMJ menjelaskan aksi korporasi tersebut telah memperoleh persetujuan para pemegang saham berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham PT Karya Mineral Jaya Nomor 47 tanggal 29 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Buchari Hanafi di Jakarta Selatan.
Pengumuman itu diterbitkan untuk memenuhi ketentuan Pasal 127 juncto Pasal 133 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Meski demikian, dalam pengumuman tersebut tidak diungkapkan nilai transaksi maupun besaran saham yang diakuisisi oleh Rukun Raharja.
Pemasok LNG untuk PGN
KMJ dikenal sebagai salah satu pengembang proyek LNG domestik. Pada Januari 2024, perusahaan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PGN terkait rencana pasokan LNG dari Proyek LNG Bunyu di Wilayah Kerja (WK) Nunukan.
Dalam kerja sama tersebut, KMJ direncanakan memasok LNG kepada PGN dengan produksi yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Kapasitas proyek diproyeksikan mencapai sekitar 60 juta million standard cubic feet per day (MMSCFD), dengan PGN menjadi salah satu calon pembeli utama.
Selain pasokan LNG, kedua perusahaan juga menjajaki peluang kerja sama pembangunan infrastruktur LNG, termasuk fasilitas pengolahan dan distribusi gas.
Saat penandatanganan MoU pada 2024, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari menyatakan kebutuhan LNG domestik akan meningkat seiring penurunan alami produksi gas pipa dari sejumlah lapangan di dalam negeri.
Pasokan LNG dari KMJ direncanakan akan disalurkan ke wilayah layanan PGN melalui infrastruktur penerima LNG yang telah dimiliki, seperti Terminal LNG Arun, Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat, dan FSRU Lampung.
Sementara itu, Presiden Direktur KMJ Iriawan Yulianto saat itu menyatakan proyek LNG Bunyu diharapkan menjadi dasar kerja sama jangka panjang dengan PGN hingga penandatanganan perjanjian jual beli LNG pada tahap berikutnya.
Aksi akuisisi oleh Rukun Raharja berpotensi memperkuat portofolio perusahaan di sektor energi, mengingat KMJ memiliki proyek LNG yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik. Hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut dari Rukun Raharja mengenai dampak akuisisi tersebut terhadap pengembangan proyek LNG Bunyu maupun kelanjutan kerja sama KMJ dengan PGN.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami—bebas klikbait, bebas tekanan politik, dan fokus pada hal-hal penting di pasar dan ekonomi—dukung kami dengan membeli berita yang Anda suka sesuai keinginan. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. Mari jaga berita berkualitas tetap hidup dan bisa diakses semua orang. Bayar Sekarang – Sesuai Keinginan Anda!. ![]() Cukup scan QR code yang tersedia, dan terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. |

