Sosok

Profil Andy Wibowo, Pengendali Wibowo Group dan Gandasari Group

TheEconopost.com, Wibowo Group Capital (WGC) resmi menjadi pengendali baru PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) setelah mengakuisisi 82,5 persen saham perseroan dari PT Galley Adhika Arnawama. Transaksi senilai Rp4,21 triliun yang efektif pada 31 Juli 2026 itu menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di sektor pelayaran nasional tahun ini sekaligus menandai masuknya kelompok usaha milik Haji Andy Wibowo (AW) ke perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia.

Melalui pembelian sebanyak 1,44 miliar saham dengan harga Rp2.914,25 per saham, WGC kini menguasai mayoritas kepemilikan MBSS. Sesuai ketentuan POJK Nomor 9/POJK.04/2018, WGC selanjutnya wajib melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) kepada pemegang saham publik sebagai konsekuensi perubahan pengendalian.

Di atas kertas, WGC merupakan perusahaan induk (holding company) yang dipimpin Direktur David Rahadian. Posisi Komisaris Utama dijabat Haji Andy Wibowo selaku pemilik manfaat (ultimate beneficial owner), didampingi Komisaris Maima Wardha Syakhroza. Meski relatif baru dikenal publik melalui transaksi MBSS, Andy Wibowo adalah konglomerat yang malang melintang di bisnis laut dalam ekosistem Gandasari Group, kelompok usaha yang telah lebih dari satu dekade membangun portofolio di sektor maritim, pertambangan, konstruksi, dan jasa kepelabuhanan.

Sedangkan Maima Wardha Syakhroza adalah doktor dari Cambridge University. Namanya pernah muncul di media nasional sebagai doktor termuda yakni usia 22 tahun (pada 2014). Sosok ini juga putri dari Inspektur Jenderal Kementerian ESDM era Ignatius Jonan yakni Prof. Dr. Akhmad Syakhroza, Ph.D.

Didirikan pada 2010 melalui PT Gandasari Group Investama, Gandasari Group mengembangkan model bisnis terintegrasi yang menghubungkan aktivitas pertambangan, pelayaran, galangan kapal, rekayasa kelautan, hingga jasa logistik. Struktur tersebut memungkinkan grup menyediakan layanan menyeluruh (one-stop solution) bagi pelanggan industri energi, pertambangan, dan infrastruktur.

Ekosistem usaha Gandasari Group ditopang sejumlah anak perusahaan yang saling melengkapi. Gandasari Shipping Line mengoperasikan bisnis pelayaran, Gandasari Shipyard menangani pembangunan dan perawatan kapal, Alfa Granitama bergerak di bidang pertambangan, Atiga Sarana Daya menjalankan jasa konstruksi, sementara Gandasari Perkasa Mandiri mendukung aktivitas operasional grup. Di bidang tanggung jawab sosial, perusahaan juga memiliki Yayasan Gandasari Peduli.

Dalam laman portofolio proyek Gandasari Group, bisnis Andy Wibowo terlihat menjadi bagian dari berbagai proyek strategis, antara lain pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Proyek Strategis Nasional Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Peti Kemas Kalibaru Utara, serta kawasan Pantai Indah Kapuk. Pada sektor bangunan, perusahaan juga berkontribusi dalam perluasan Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan proyek kompleks petrokimia LOTTE Chemical Indonesia di Cilegon, Banten.

Di sektor konstruksi jalan, rekam jejak perusahaan mencakup Jalan Tol Serang–Panimbang, ruas Cikande–Serang pada Jalan Tol Tangerang–Merak, hingga Jalan Tol Trans-Sumatra. Sementara di sektor energi, Gandasari Group pernah terlibat dalam proyek PLTU Batang dan PLTU Suralaya.

Kemampuan operasional grup juga terlihat pada bisnis galangan kapal dan logistik laut. Gandasari Shipyard membangun kapal patroli untuk Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur yang digunakan dalam rangkaian ASEAN Summit 2023 serta kapal patroli untuk Polda Banten. Selain itu, perusahaan menyiapkan kapal tunda dan tongkang bagi anak usaha pelayaran Pama Raya Group.

Di bidang angkutan laut, Gandasari Group memiliki pengalaman mengangkut bauksit milik Bintan Alumina Indonesia menuju Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, serta mengirimkan batubara ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), antara lain PLTU Sanggau, PLTU Lontar, dan PLTU Tarahan Baru. Pengalaman tersebut memperkuat posisi grup sebagai penyedia jasa logistik maritim yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Meski menggunakan holding berbeda, akuisisi MBSS dinilai menjadi langkah strategis WGC untuk memperluas skala usaha di industri pelayaran nasional. Melalui MBSS yang telah memiliki armada dan kontrak pengangkutan batubara jangka panjang, WGC menargetkan peningkatan kapasitas armada, perluasan jaringan operasional, peningkatan pendapatan berulang. Perusahaan juga memiliki peluang melakukan efisiensi melalui sinergi dengan bisnis maritim yang telah dimiliki Gandasari Group.

Selain aktif sebagai pengusaha, Andy Wibowo juga dikenal luas dalam dunia otomotif melalui kepemilikan Gandasari Racing Team. Sosok ini bahkan meneruskan hobi otomotif kepada kedua putranya yakni Aditya Wibowo (16 tahun) dan Calvin Wibowo (14).

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com