Tuan Sing Nusantara Jadi Pengendali Opus Bay Villa dan Opus Bay Shoppes
TheEconopost.com, PT Tuan Sing Nusantara direncanakan menjadi pemegang saham pengendali baru PT Opus Bay Villa dan PT Opus Bay Shoppes di Batam, Kepulauan Riau. Perubahan pengendalian kedua perusahaan tersebut diumumkan pada 23 September 2026.
Berdasarkan pengumuman itu, PT Opus Bay Villa dan PT Opus Bay Shoppes merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan real estat (real estate development).
Pihak yang berkepentingan, termasuk kreditor masing-masing perusahaan jika ada, dapat menyampaikan keberatan secara tertulis atas rencana aksi akuisisi ini. Keberatan harus disertai penjelasan yang cukup mengenai alasan dan dasar keberatan.
Apabila tidak terdapat keberatan dalam jangka waktu tersebut, rencana pengambilalihan akan dianggap telah disetujui.
Meski demikian, pengumuman belum memuat nilai transaksi, persentase saham yang akan diambil alih, ataupun jadwal penyelesaian transaksi.
PT Opus Bay Villa dan PT Opus Bay Shoppes didirikan di Indonesia pada 17 Desember 2020 oleh PT Goodworth Investments dan Lantana Pte. Ltd. Keduanyanya merupakan anak usaha raksasa properti Singapura, Tuan Sing Holdings.
Berdasarkan dokumen resmi Tuan Sing Holdings tertanggal 26 Februari 2021, kedua perusahaan saat pendirian memiliki modal disetor Rp2,5 miliar.
Pada saat itu, PT Goodworth Investments memegang 99,6 persen saham masing-masing perusahaan, sedangkan Lantana Pte. Ltd. memiliki 0,4 persen. Meski demikian struktur kepemilikan setelah rencana transaksi pada September 2026 dapat saja berubah.
Rencana pengambilalihan tersebut berkaitan dengan proyek Opus Bay di Batam. Dalam laporan tahunan Tuan Sing 2025, Opus Bay disebut sebagai kawasan terpadu seluas lebih dari 100 hektare yang dikembangkan dengan komponen hunian, ritel, makanan dan minuman, komersial, serta perhotelan.
Pengembangan tersebut mencakup Cluny Villas, Balmoral Tower, dan kawasan retail promenade.
Keluarga Crazy Rich Nursalim
Tuan Sing Holdings Limited merupakan perusahaan induk investasi berbasis di Singapura yang berfokus pada properti dan perhotelan. Perusahaan tersebut berdiri pada 1969 dan tercatat di papan utama Bursa Singapura sejak 1973 dengan kode saham T24.
Di balik bisnis Tuan Sing terdapat William Nursalim alias William Liem yang menjabat Chief Executive Officer sekaligus Executive Director Tuan Sing Holdings. William merupakan putra bungsu pasangan crazy rich Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim, pendiri Gajah Tunggal (GJTL).
Berdasarkan profil resmi perusahaan, William pertama kali menjadi direktur Tuan Sing pada 15 Januari 2004 dan ditunjuk sebagai CEO pada 1 Januari 2008. Ia berfokus pada pengembangan bisnis inti perusahaan di bidang pengembangan dan investasi properti.
William memiliki latar belakang pendidikan Bachelor of Science in Business dari University of California, Berkeley dan Master of Business Administration dari Massachusetts Institute of Technology.
William juga tercatat sebagai direktur Nuri Holdings (S) Pte Ltd, perusahaan yang merupakan pemegang saham pengendali Tuan Sing Holdings. Saudara perempuannya yakni Michelle Liem Mei Fung, yang tercatat sebagai Non-Executive dan Non-Independent Director Tuan Sing, juga tercatat sebagai pemegang saham pengendali Nuri Holdings.
Berdasarkan Laporan Tahunan 2025 dengan posisi kepemilikan per 9 Maret 2026, Nuri Holdings (S) Pte Ltd merupakan pemegang saham langsung terbesar Tuan Sing dengan 680,28 juta saham atau 54,45 persen.
Pemegang saham langsung lainnya adalah Koh Wee Meng dengan 66,28 juta saham atau 5,30 persen dan menantu Sjamsul Nursalim yakni Dr Tan Enk Ee dengan 417.803 saham atau 0,03 persen. Adapun saham publik sekitar 40,19 persen.
Michelle Liem Mei Fung, William Nursalim alias William Liem, dan Dr Tan Enk Ee masing-masing tercatat memiliki deemed interest atas blok saham Nuri Holdings sebesar 54,45 persen. Porsi tersebut mengacu pada blok saham yang sama dan tidak dijumlahkan.
Selain Opus Bay, portofolio properti Tuan Sing mencakup The Grand Outlet–East Jakarta di Karawang, Jawa Barat, yang dikembangkan melalui usaha patungan dengan Mitsubishi Estate.
Di Singapura, portofolionya antara lain 18 Robinson, Dunearn Village, Peak Residence, Mont Botanik Residence, dan Kandis Residence. Di Australia, grup tersebut memiliki aset perhotelan seperti Grand Hyatt Melbourne dan Residence on Langley Park di Perth.
