Jejak Kepemilikan Crazy Rich Anthoni Salim di Bank Mega (IDX: MEGA), Hampir Setara Pengendali!
Investor saham sempat dihebohkan dengan hilangnya entitas Grup Salim dari pemegang saham PT Bank Mega Tbk. (IDX: MEGA) per akhir Februari 2022. Entitas yang menghilang itu adalah PT Indolife Pensiontama.
Pasalnya, sejak Januari 2021, Indolife terpantau menggenggam saham MEGA dengan kepemilikan terbaru yang dapat dipantau 5,7 persen.
Akan tetapi, ternyata posisi Indolife ini sekadar mengurangi kepemilikan agar tidak wajib disampaikan ke publik.
Kepastian ini seiring data otomatis dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas kepemilikan di atas 5 persen per 23 Maret 2022.
Dalam data itu, kasak-kusuk pasar tentang adanya Grup Salim dalam Bank Mega menjadi terkonfirmasi.Â
Setidaknya terdapat delapan entitas konglomerasi Salim Group yang mencuat menjadi pemegang saham di atas 5 persen Bank Mega per 23 Maret 2022.
Total kepemilikan delapan perusahaan Salim oleh KSEI dijumlah menjadi setara 58 persen. Sedangkan Chairul Tanjung yang memiliki lebih dari Bank Mega melalui Mega Corpora menjadi pemegang saham dengan kepemilikan 97,82 persen.
Tentu jumlah saham ini menjadi berlebihan. Karena total saham kedua crazy rich menjadi 155,82 persen.
Namun, melimpahnya saham Salim di Bank Mega kemungkinan akibat belum diubahnya bilangan pembagi saham yang diterbitkan oleh sistem KSEI.
Penambahan saham beredar di MEGA sendiri telah diumumkan oleh Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom kepada Bursa Efek Indonesia.Â
Agung Setiawati, Direktur Utama Datindo menyebutkan pada 23 Maret terjadi pembagian dividen saham dan saham bonus MEGA.
“Bersama ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 23 Maret 2022 telah diterbitkan saham baru sebanyak 4.777.148.159 sehingga total saham ditempatkan dan disetor penuh semula berjumlah 6.963.775.206 menjadi 11.740.923.365,” tulis Agung kepada BEI bertanggal 23 Maret 2022.
Namun, meski secara persentase tidak tepat. Keberadaan entitas Grup Salim dalam MEGA menjadi menarik. Pasalnya, seluruh saham yang dimiliki jika digabungkan jumlahnya relatif besar dan memiliki hak untuk menempatkan direksi dan komisaris.Â
Jumlah ini kemungkinan masih bertambah mengingat data KSEI mengacu kepada kepemilikan di atas 5 persen.
Berikut kepemilikan Grup Salim di Bank Mega menggunakan acuan KSEI per 23 Maret 2022 Setelah Dilakukan Penyesuaian Bilangan Pembagi oleh Tempias.com
| Entitas Grup Salim | Profil Perusahaan | Jumlah Saham | Persentase Kepemilikan |
| INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk | Produsen Mie dan Makanan Bermerek dalam Salim Group | 355.598.973 | 3,03% |
| PT INSAN ASIA NUSANTARA | Pengelola Gedung Indofood Tower | 496.694.603 | 4,23% |
| PT Prima Visualindo | Perusahaan Holding yang beroperasi dari Menara Batavia. Salah satu asetnya adalah Elang Mahkota Teknlogi (EMTK) | 574.606.096 | 4,89% |
| INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK | Holding konglomerasi makanan bermerek, agri hingga mie Grup Salim | 503.634.795 | 4,29% |
| LINTAS SEJAHTERA LANGGENG | Entitas holding terafiliasi Salim Group dalam bisnis otomotif | 528.967.582 | 4,51% |
| MEGAH ERARAHARJA | perusahaan pengendali PT Indoritel Makmur Internasional (DNET). Untuk DNET sendiri juga memiliki saham di Indomaret bersama keluarga Salim sebagai pribadi | 539.405.447 | 4,59% |
| INDOLIFE PENSIONTAMA | Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun Kelompok Salim | 568.630.060 | 4,84% |
| ASURANSI CENTRAL ASIA | Perusahaan Asuransi Umum dalam Grup Salim | 470.725.335 | 4,01% |
| TOTAL KEPEMILIKAN SALIM GRUP dalam MEGA | 34,39% |
Data KSEI per 24 Maret 2022 yang sudah menyesuaikan bilangan pembagi setelah ditambah saham bonus dan dividen saham menunjukkan tidak ada lagi Grup Salim yang menjadi pemegang saham di atas 5 persen. Hanya Chairul Tanjung melalui Mega Corpora yang muncul dengan kepemilikan 58,02 persen. Sedangkan nama-nama pemegang saham dari Grup Salim kembali lebur menjadi pemegang saham masyarakat dengan total 41,78 persen.

Pingback: Grup Salim Caplok Jalan Tol Cikampek Layang MBZ, 80 Persen Dibayar Promissory Note – The Econopost
Pingback: Gurita Bisnis Kuliner Chairul Tanjung: Wendys, Bakso Boedjangan Hingga Warunk Upnormal – The Econopost