Strategi Bisnis: Pertamina Geothermal (PGEO) Fokus Miliki Pembangkit 1 GW Hingga 2027
TheEconopost.com, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang pembangkit panas bumi yang dikelola secara mandiri menjadi 1 gigawatt (GW) dalam 2 tahun mendatang. Target ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (3/6).
Secara bisnis, PGEO telah memiliki kapasitas terpasang hampir 2 GW. Tepatnya sebesar 1.887 megawatt (MW) hingga akhir 2024. Pembangkit terpasang itu terdiri atas 672 MW yang dikelola langsung dan 1.205 MW melalui kemitraan.
Sedangkan dalam jangka menengah atau hingga 2033, PGEO menargetkan memiliki pembangkit sendiri sebesar 1,7 GW.
Direktur Utama PGEO Julfi Hadi menyebutkanpeningkatan kapasitas bagian dari rencana jangka menengah perusahaan dalam mendukung bauran energi nasional, seiring rencana pemerintah untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 76% pada periode 2025–2034.
Proyek Lumut Balai Unit 2 disebut menjadi salah satu komponen penting dalam upaya pencapaian target tersebut. Proyek ini dijadwalkan segera beroperasi pada pertengahan 2025.
Sepanjang tahun 2024, PGE mencatat pendapatan sebesar US$407,12 juta, sedikit naik dibandingkan tahun sebelumnya (US$406,29 juta). Laba bersih tercatat sebesar US$160,30 juta, turun dari US$163,57 juta pada 2023. Produksi listrik juga meningkat 1,96% menjadi 4.827,22 GWh, didukung peningkatan dari wilayah operasi Kamojang, Lahendong, dan Lumut Balai.
Direktur Keuangan PGE Yurizki Rio, menyampaikan bahwa perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Ia menilai pencapaian tahun lalu menunjukkan ketahanan bisnis dan keberlanjutan strategi operasional.
RUPST juga menyepakati pembagian dividen sebesar US$136,4 juta dari total laba bersih, dengan penyisihan laba ditahan sebesar US$24 juta. Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar yang memungkinkan PGE menjalankan kegiatan usaha baru, seperti jasa pengujian laboratorium dan penyewaan aset.
RUPS PGEO sendiri tidak merubah susunan direksi, dengan demikian manajemen PGEO 2025 adalah sebagai berikut:
Susunan Komisaris
- Komisaris Independen: Abdulla Zayed
- Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya
- Komisaris: John Eusebius Iwan Anis
- Komisaris: Gigih Udi Atmo
Susunan Direksi
- Direktur Utama: Julfi Hadi
- Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi
- Direktur Operasi: Ahmad Yani
- Direktur Keuangan: Yurizki Rio
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami—bebas klikbait, bebas tekanan politik, dan fokus pada hal-hal penting di pasar dan ekonomi—dukung kami dengan membeli berita yang Anda suka sesuai keinginan. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. Mari jaga berita berkualitas tetap hidup dan bisa diakses semua orang. Bayar Sekarang – Sesuai Keinginan Anda!. ![]() Cukup scan QR code yang tersedia, dan terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. |

